Selebgram Sabrina Chairunnisa memberikan tanggapan tegas setelah mendapatkan beragam kritik dari netizen terkait keputusannya mundur dari program S3. Kontroversi ini bermula saat ia menyoroti aturan absensi di universitas Indonesia yang menjadi salah satu syarat kelulusan.
Melalui kolom komentar di media sosial miliknya, Sabrina menjelaskan bahwa dirinya sangat sadar akan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Hal inilah yang menjadi alasan utamanya memilih untuk mengundurkan diri daripada memaksakan keadaan.
Alasan Fokus Berkarier di New York
Sabrina mengungkapkan bahwa prioritas hidupnya saat ini telah berubah setelah mendapatkan kesempatan untuk memulai karier di New York. Kondisi tersebut membuatnya tidak mungkin untuk terus mengikuti jadwal perkuliahan S3 di Indonesia secara rutin.
Ia menekankan bahwa pengunduran dirinya murni disebabkan oleh perubahan rencana hidup yang tidak terduga sebelumnya. Sabrina mengaku tidak menyangka akan ada perubahan besar dalam hidupnya pada tahun lalu yang mengharuskan ia pindah negara.
Berikut adalah beberapa poin klarifikasi yang disampaikan oleh Sabrina Chairunnisa kepada publik:
- Bukan Menyalahkan Sistem: Sabrina menegaskan bahwa pendapatnya mengenai absensi hanyalah sebuah harapan untuk masa depan, bukan bentuk protes atau menyalahkan aturan yang ada.
- Rencana Hidup Berubah: Ia menjelaskan bahwa rencana hidup bisa berubah kapan saja, dan saat ini ia memiliki prioritas yang berbeda dibandingkan saat pertama kali mendaftar kuliah.
- Opini Netizen: Sabrina menyayangkan sikap beberapa netizen yang dianggapnya sengaja menggiring opini negatif terhadap pernyataannya.
Penjelasan tersebut diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman yang beredar di masyarakat mengenai integritas akademiknya. Ia memilih untuk bersikap realistis terhadap keterbatasan waktu yang dimilikinya saat ini.
Harapan untuk Sistem Pendidikan Indonesia
Istri dari Deddy Corbuzier ini sempat membandingkan sistem pendidikan di luar negeri, seperti di Singapura, yang tidak terlalu kaku soal kehadiran fisik. Ia berharap universitas di Indonesia ke depannya tidak lagi menjadikan absensi sebagai penentu utama syarat ujian akhir atau kelulusan.
Meskipun keputusannya untuk meninggalkan program Doktor di Universitas Indonesia (UI) sangat berat, Sabrina merasa harus tetap melangkah maju. Baginya, fokus pada jenjang karier internasional di Amerika Serikat adalah langkah terbaik untuk saat ini.
Ringkasan perbandingan harapan Sabrina terkait sistem absensi perkuliahan:
| Aspek | Kondisi Saat Ini | Harapan Sabrina |
|---|---|---|
| Syarat Kelulusan | Absensi menjadi bobot utama | Fokus pada hasil penelitian/ujian |
| Fleksibilitas | Wajib hadir secara fisik | Mengadopsi sistem seperti di luar negeri |
| Prioritas Mahasiswa | Harus memilih antara karier atau kuliah | Keduanya bisa berjalan beriringan |
Data di atas menunjukkan aspirasi Sabrina agar sistem pendidikan tinggi di Indonesia bisa lebih fleksibel bagi mahasiswa yang juga memiliki kesibukan profesional. Hal ini ia sampaikan berdasarkan pengalaman pribadinya yang harus beradaptasi dengan perubahan besar di luar rencana awal.