Lionel Messi biasanya dikenal sebagai sosok yang tenang dan jarang terpancing emosi saat berada di atas lapangan hijau. Namun, sebuah kejadian menarik perhatian publik ketika megabintang Argentina itu terlibat perselisihan sengit dengan wasit Joao Pinheiro.
Insiden tersebut terjadi saat Timnas Argentina berhadapan dengan Swiss dalam laga perempat final Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kansas City pada Minggu, 12 Juli 2026, itu memang berjalan dengan tensi yang cukup tinggi.
Ketegangan di Menit Ke-42
Momen adu argumen antara Messi dan sang pengadil lapangan asal Portugal tersebut pecah pada menit ke-42. Messi yang saat itu berusia 39 tahun terlihat sangat emosional saat meluapkan protesnya kepada Pinheiro.
Meskipun Argentina akhirnya berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu, momen kemarahan Messi tetap menjadi sorotan utama. Kamera pertandingan menangkap dengan jelas bagaimana ekspresi frustrasi sang kapten terhadap keputusan wasit.
Hingga saat ini, penyebab pasti dari perselisihan tersebut memang belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak terkait. Namun, media terkemuka asal Argentina, Ole, berhasil mengungkap apa yang sebenarnya diucapkan oleh Messi kepada Pinheiro.
Berikut adalah kutipan ucapan Messi yang dilansir melalui Give Me Sport:
- "Berbicaralah dengan baik, jangan tidak menghormati saya."
- "Berbicaralah kepada saya dengan baik, karena saya pun berbicara kepada Anda dengan baik."
Pernyataan Messi tersebut menunjukkan bahwa sang pemain merasa diperlakukan secara tidak pantas oleh wasit secara verbal. Ia menuntut adanya rasa hormat yang setara antara pemain dan pengadil selama jalannya pertandingan tersebut.
Dugaan Pemicu Perselisihan
Berdasarkan laporan di lapangan, insiden ini diduga kuat bermula dari instruksi teknis yang diberikan oleh Joao Pinheiro. Wasit meminta Messi untuk menggeser posisinya saat sedang menyusun pagar hidup untuk menghalau tendangan bebas pemain Swiss.
Persoalan tampaknya bukan terletak pada instruksi pergeseran posisi tersebut, melainkan pada cara penyampaian sang wasit. Messi merasa nada bicara atau cara Pinheiro memberikan perintah tersebut sangat tidak menghargai posisinya sebagai pemain.
Beruntung bagi Argentina, Messi tidak membiarkan emosinya tersebut mengganggu fokus permainannya dalam waktu lama. Setelah ketegangan mereda, ia segera kembali berkonsentrasi penuh untuk memimpin serangan tim Tango hingga laga berakhir.
Meski sempat bersitegang, peran Messi dalam pertandingan ini tetap dianggap sangat krusial bagi kemenangan timnya. Ia terus menjadi motor serangan utama yang menyulitkan lini pertahanan Swiss selama 120 menit durasi pertandingan.
Statistik Performa Messi Kontra Swiss
Meskipun tidak mencetak gol dalam laga ini, kontribusi Messi tetap mendapatkan apresiasi tinggi dari para pengamat sepak bola. Berdasarkan data statistik dari Opta, Messi mencatatkan performa yang cukup solid sepanjang pertandingan perempat final tersebut.
Berikut adalah ringkasan performa statistik Lionel Messi dalam laga melawan Swiss:
| Kategori Statistik | Catatan Performa |
|---|---|
| Rating Pertandingan | 7,79 |
| Jumlah Assist | 1 Assist |
| Akurasi Operan | 86 Persen |
| Total Operan | 65 Kali |
Data di atas menunjukkan bahwa Messi tetap menjadi distributor bola yang sangat handal bagi rekan-rekannya di lapangan. Meskipun ini merupakan laga pertamanya di Piala Dunia 2026 tanpa mencetak gol, pengaruhnya tidak lantas memudar.
Selain aspek menyerang, Messi juga terlihat aktif membantu fase pertahanan dengan berusaha merebut kembali penguasaan bola. Pergerakannya di area pertahanan lawan terus memaksa Swiss untuk waspada dan melakukan pengawalan ekstra ketat.
Secara keseluruhan, penampilan Messi mungkin tidak dianggap sebagai yang terbaik jika dibandingkan dengan standar tinggi yang ia miliki. Namun, assist dan kreativitas yang ia tunjukkan menjadi faktor penentu kelolosan Argentina ke fase berikutnya.
Kemenangan atas Swiss ini membawa Argentina melaju ke babak semifinal untuk menghadapi tantangan besar dari Timnas Inggris. Laga tersebut diprediksi akan menjadi salah satu duel paling bersejarah dan dinantikan oleh seluruh pecinta sepak bola dunia.
Sementara itu, wasit Joao Pinheiro dikabarkan menerima kritik tajam akibat insiden ini dan beberapa keputusan lainnya di lapangan. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa FIFA bahkan mengambil tindakan tegas terhadap wasit tersebut setelah mendapatkan masukan dari berbagai pihak.