Makna di Balik Koleksi KALA Garapan TOTON yang Viral Rayakan Perubahan Dinamis 2026

Makna di Balik Koleksi KALA Garapan TOTON yang Viral Rayakan Perubahan Dinamis 2026

Waktu sering kali dianggap sebagai sesuatu yang terus bergulir tanpa henti, membawa perubahan yang tak terelakkan dalam kehidupan manusia. Di tengah dinamika dunia yang penuh ketidakpastian, label busana TOTON memilih untuk merangkul konsep waktu sebagai kekuatan kreatif yang membentuk cara kita beradaptasi.

Melalui koleksi teranyar bertajuk "KALA", TOTON menutup ajang Mulia in Fashion 2026 yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada Jumat, 10 Juli 2026. Koleksi untuk musim 2027 ini menjadi refleksi mendalam sang desainer terhadap siklus kehidupan yang terus berputar.

Filosofi di Balik Koleksi KALA

Suasana peragaan busana malam itu terasa sangat magis dengan latar belakang panggung putih minimalis yang luas. Di tengah ruangan, berdiri sebuah instalasi seni ogoh-ogoh yang merepresentasikan sosok Batara Kala sebagai titik fokus utama.

Meskipun dalam mitologi Jawa dan Bali Batara Kala kerap diidentikkan dengan kehancuran, TOTON memberikan interpretasi yang berbeda. Bagi sang desainer, sosok ini adalah pengingat bahwa setiap akhir sebuah fase akan selalu membuka pintu bagi awal yang baru.

Pesan utama yang ingin disampaikan oleh desainer melalui koleksi ini adalah:

  • Waktu merupakan kekuatan besar yang tidak bisa dikendalikan namun membentuk pola pikir manusia.
  • Ketidakpastian global, mulai dari krisis politik hingga lingkungan, telah menjadi bagian dari denyut keseharian.
  • Kekacauan yang terjadi sebenarnya menyimpan pola tertentu yang menuntun pada proses regenerasi.
  • Bertahan hidup bukan berarti melawan waktu, melainkan belajar untuk berjalan selaras dengannya.

Koleksi KALA tidak mencoba menawarkan pelarian dari realitas dunia yang keras. Sebaliknya, rancangan ini mengajak penonton untuk melihat bahwa perubahan selalu memiliki ritme yang patut untuk dihargai.

Harmonisasi Tradisi dan Struktur Modern

Secara visual, ide-ide filosofis tersebut diterjemahkan ke dalam busana melalui penggabungan dua gaya yang sangat kontras namun harmonis. TOTON mengeksplorasi warisan budaya Indonesia dengan menghadirkan interpretasi modern atas pakaian tradisional.

Beberapa elemen tradisional yang terlihat adalah desain yang terinspirasi dari kebaya, baju bodo, hingga gaya berkain khas Bali. Elemen-elemen ini ditampilkan bukan sebagai benda mati, melainkan sebagai identitas yang adaptif dan tetap relevan dengan zaman.

Di sisi lain, TOTON memberikan sentuhan maskulin dan protektif melalui penggunaan siluet safari suit dan seragam militer. Garis rancangan yang tegas dan fungsional ini memberikan kesan kesiapan dalam menghadapi tantangan masa depan yang penuh teka-teki.

Pertemuan antara kelembutan bahan tradisional dan struktur militer menciptakan dialog yang tenang. Sebanyak 48 set busana ditampilkan, masing-masing seolah menceritakan bab demi bab tentang identitas manusia yang tidak pernah berhenti berproses.

Palet Warna dan Eksplorasi Material

Pemilihan warna dalam koleksi ini sangat mendukung tema ketenangan dan kedewasaan. Warna-warna netral seperti putih gading, krem, abu-abu, hitam, dan cokelat tanah mendominasi panggung utama tanpa kesan berlebihan.

Namun, di tengah warna yang membumi tersebut, muncul semburat warna biru yang sangat menarik perhatian. Warna ini rupanya terinspirasi dari keindahan bunga telang, tanaman yang sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia.

Beberapa detail material dan elemen warna yang digunakan dalam koleksi KALA antara lain:

  • Warna tanah dan pastel untuk menciptakan kesan tenang dan tidak mencolok.
  • Biru bunga telang sebagai simbol harapan, ketahanan, dan sisi feminin yang kuat.
  • Perpaduan kain mulai dari katun, organza, renda, hingga denim yang kokoh.
  • Manipulasi tekstil secara manual untuk memberikan sentuhan personal pada setiap karya.

Eksplorasi tekstil dengan teknik pengerjaan tangan tetap menjadi ciri khas utama yang dipertahankan oleh TOTON. Penggunaan material seperti lace, tulle, dan satin memberikan dimensi tekstur yang kaya pada setiap potong pakaian.

Komitmen Keberlanjutan dan Momen Finale

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan, TOTON juga konsisten menerapkan praktik mode berkelanjutan. Dalam koleksi ini, mereka kembali menggunakan material hasil daur ulang serta melakukan teknik upcycling pada bahan-bahan tertentu.

TOTON juga menggandeng Asia Pacific Rayon (APR) sebagai mitra penyedia bahan kain berkualitas. Kerja sama ini diwujudkan melalui penggunaan serat Lyocell dan Rayon yang diaplikasikan pada beberapa rancangan unggulan dalam peragaan tersebut.

Informasi ringkas mengenai pelaksanaan acara Mulia in Fashion 2026:

Detail Acara Keterangan
Nama Koleksi KALA (Koleksi TOTON 2027)
Lokasi Hotel Mulia Senayan, Jakarta
Tanggal Peragaan 10 Juli 2026
Jumlah Tampilan 48 Rancangan Busana

Tabel di atas merangkum fakta-fakta kunci mengenai peragaan busana yang menjadi penutup rangkaian acara Mulia in Fashion tersebut.

Menariknya, sebuah kejadian tak terencana terjadi di akhir peragaan yang justru memperkuat makna dari tema "KALA". Salah satu model sempat mengalami kesulitan berjalan di atas panggung dan langkahnya terlihat mulai goyah.

Melihat kondisi tersebut, rekan model lainnya dengan sigap memberikan bantuan dengan memapah model tersebut hingga mencapai ujung panggung. Aksi solidaritas yang spontan ini langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari para penonton yang hadir.

Momen ini menjadi analogi nyata bagi kisah yang ingin disampaikan TOTON: meski waktu terkadang membuat kita terjatuh, keberanian untuk bangkit kembali akan selalu ada. Perjalanan akan tetap berlanjut selama ada dukungan dan kemauan untuk melangkah bersama.

Artikel terkait