Maroko Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Simak Fakta di Balik Kericuhan Suporter yang Viral

Maroko Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Simak Fakta di Balik Kericuhan Suporter yang Viral

Langkah Tim Nasional Maroko dalam ajang Piala Dunia 2026 terpaksa terhenti setelah mereka ditaklukkan oleh sang juara bertahan Prancis di babak 16 besar. Kekalahan skuad asuhan Walid Regragui dengan skor 0-2 ini memicu gelombang amarah dari para pendukung fanatik mereka yang tersebar di berbagai wilayah Eropa.

Kericuhan massal dilaporkan pecah di beberapa titik di Inggris dan Belanda tidak lama setelah peluit panjang dibunyikan pada pertandingan hari Jumat tersebut. BBC memberitakan bahwa para penggemar Singa Atlas di London mengekspresikan kekecewaan mereka dengan cara yang sangat agresif terhadap pihak keamanan.

Insiden Kekerasan di London

Di kawasan London, aksi anarkis para suporter melibatkan pelemparan botol kaca ke arah petugas serta penyulutan petasan di tengah kerumunan massa yang emosional. Akibat dari bentrokan fisik di jalanan tersebut, setidaknya satu personel kepolisian mengalami luka serius di bagian kepala dan empat orang provokator langsung diamankan oleh pihak berwenang.

Kerusuhan Sistematis di Berbagai Kota Belanda

Kondisi yang jauh lebih mencekam terjadi di Belanda, di mana kepolisian setempat diserang menggunakan berbagai macam benda berbahaya seperti flares dan kembang api. Mengutip laporan dari De Telegraaf, suporter Maroko di Amsterdam melakukan serangan terbuka kepada aparat yang mencoba menertibkan situasi pasca pertandingan.

Keadaan di kota Den Haag tidak kalah parah karena polisi dihujani botol kaca saat berupaya membubarkan massa yang mulai bertindak di luar kendali. Sementara itu di Rotterdam, para petugas keamanan harus menghadapi lemparan telur dari ratusan penggemar yang memadati area publik dan menolak untuk pulang secara tertib.

Kecaman Keras dari Pemerintah Belanda

Wakil Perdana Menteri Belanda, Dilan Yesilgoz, memberikan pernyataan yang sangat tajam terkait perilaku tidak terpuji yang ditunjukkan oleh para pendukung Maroko tersebut. Melalui akun media sosial X pribadinya, ia menegaskan bahwa setiap tim yang bertanding dalam turnamen sepak bola harus siap menerima konsekuensi gugur secara ksatria.

Yesilgoz bahkan secara terang-terangan menyebut para perusuh itu sebagai kelompok yang tidak tahu malu karena telah merusak esensi dari semangat olahraga yang kompetitif. Beliau merasa sangat miris melihat bagaimana dunia internasional harus menyaksikan aksi gila yang dilakukan oleh suporter tersebut baik dalam kondisi tim mereka menang maupun kalah.

Rekam Jejak Buruk Suporter di Turnamen

Peristiwa ini bukanlah kali pertama pendukung Maroko memicu ketegangan sosial di wilayah Belanda selama penyelenggaraan ajang Piala Dunia 2026 berlangsung. Sebelumnya, aksi serupa pernah terjadi di Den Haag saat para fans merayakan kemenangan tim mereka secara berlebihan setelah menyingkirkan timnas Belanda di fase 32 besar.

Negara Lokasi Kerusuhan Bentuk Tindakan Anarkis Dampak / Korban
Inggris (London) Lemparan botol, petasan, pengejaran polisi 1 Polisi luka kepala, 4 orang ditangkap
Belanda (Amsterdam) Serangan petasan dan flares ke arah polisi Gangguan ketertiban umum masif
Belanda (Den Haag) Pelemparan botol kaca ke petugas keamanan Aparat diserang secara langsung
Belanda (Rotterdam) Pelemparan telur ke aparat kepolisian Aksi pembubaran ratusan penggemar

Data Klasemen Grup C (Posisi Maroko Sebelum Babak Gugur)

Pos Tim P W D L +/- Pts
1 Brasil 3 2 1 0 6 7
2 Maroko 3 2 1 0 3 7
3 Skotlandia 3 1 0 2 -3 3
4 Haiti 3 0 0 3 -6 0

Meski sempat tampil gemilang di fase grup dan melaju ke babak 16 besar, reputasi positif Maroko sedikit tercoreng oleh aksi oknum suporter mereka di luar lapangan. Saat ini, fokus turnamen beralih ke laga semifinal yang mempertemukan Prancis melawan Spanyol, sementara Maroko harus pulang dengan catatan perilaku suporter yang mengecewakan.

Artikel terkait