Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia melawan Inggris pada Minggu (12/7/2026) dini hari pukul 04.00 WIB bukan sekadar perebutan tiket semifinal. Laga ini membangkitkan kembali rivalitas panjang yang telah terjalin selama hampir sembilan dekade di panggung sepak bola internasional.
The Three Lions datang dengan status sebagai kandidat kuat peraih gelar juara musim ini. Di sisi lain, Norwegia bertekad melanjutkan tren positif dan kejutan mereka sepanjang turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.
Rekor Pertemuan dan Dominasi Historis
Duel yang dijadwalkan berlangsung di Miami ini menandai pertemuan perdana kedua negara sejak laga uji coba pada tahun 2014 silam. Berdasarkan catatan sejarah, Inggris masih unggul jauh atas Norwegia dalam statistik pertemuan secara keseluruhan.
| Kategori Statistik | Keterangan |
|---|---|
| Total Pertemuan | 12 Kali |
| Kemenangan Inggris | 7 Kali |
| Kemenangan Norwegia | 2 Kali |
| Hasil Imbang | 3 Kali |
Dominasi Inggris sudah terlihat sejak perjumpaan pertama mereka pada 14 Mei 1937 ketika tim tamu menang telak 6-0 di markas Norwegia. Setahun berselang, keunggulan tersebut berlanjut melalui kemenangan empat gol tanpa balas dalam laga persahabatan di London.
Setelah periode Perang Dunia II, performa impresif Inggris tetap terjaga dengan meraih kemenangan 4-1 pada tahun 1949. Mereka kembali menang besar 6-1 pada 1966, di mana Jimmy Greaves memborong empat gol sesaat sebelum Inggris menjuarai Piala Dunia tahun itu.
Momen Kebangkitan Timnas Norwegia
Walaupun tertinggal secara rekor pertemuan, Norwegia memiliki dua kemenangan bersejarah yang sangat melekat di ingatan para pendukung setia mereka. Momen kebangkitan pertama terjadi pada babak Kualifikasi Piala Dunia 1982 setelah mereka sempat hancur 0-4 di Stadion Wembley.
Norwegia berhasil membalas kekalahan tersebut dengan menaklukkan Inggris 2-1 di Oslo pada tahun berikutnya. Pertandingan ini melegenda berkat komentar emosional penyiar Bjorge Lillelien yang menantang Perdana Menteri Inggris saat itu lewat seruan ikonik, Maggie Thatcher, can you hear me?.