Gelaran konser HS Berani Kita Beda Tour sesi kedelapan baru saja sukses memukau warga Bandung pada Minggu, 5 Juli 2026. Acara yang berlokasi di Prabuwangi Park, Arcamanik ini menampilkan total sembilan grup musik lintas genre.
Bandung dipilih sebagai tuan rumah karena reputasinya sebagai pelopor industri kreatif di Indonesia, mulai dari fesyen distro hingga musik alternatif. Semangat kemandirian inilah yang membuat Kota Kembang menjadi lokasi spesial bagi rangkaian tur ini.
Dukungan untuk Musisi Lokal dan Talenta Baru
Pihak penyelenggara berkomitmen memberikan ruang bagi talenta daerah dengan menghadirkan tiga band lokal Bandung sebagai bintang tamu utama. Mereka adalah DT09, Stand Here Alone (SHA), dan Preman Disko yang tampil sebagai pahlawan lokal di panggung tersebut.
Manajer DT09, Reza, mengungkapkan rasa bangganya karena grup musiknya yang tumbuh dari basis pendukung Persib bisa terlibat. Ia berharap panggung ini menjadi wadah regenerasi bagi band-band baru di Bandung yang jumlahnya mulai menyusut.
Senada dengan hal tersebut, Mbenk selaku vokalis Stand Here Alone mengaku memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan Slank. Sementara itu, vokalis Preman Disko, Timy, menyebut kolaborasi ini sebagai pengalaman yang sangat berharga bagi karier musik mereka.
Filosofi Berani Beda dalam Kebijakan Perusahaan
Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, menyatakan bahwa semangat kreatif masyarakat Bandung selaras dengan visi yang diusung oleh perusahaan. Ia percaya bahwa memberikan ruang bagi talenta lokal akan membantu mereka untuk terus berkembang lebih jauh.
Semangat untuk berani tampil berbeda tidak hanya diterapkan di atas panggung, tetapi juga dalam operasional internal perusahaan. Di tengah maraknya isu pemutusan hubungan kerja, HS justru terus membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan orang.
Langkah inklusif yang diterapkan perusahaan mencakup hal-hal berikut:
- Perekrutan tenaga kerja yang belum memiliki pengalaman profesional sebelumnya.
- Pemberdayaan penyandang difabel, di mana saat ini terdapat 76 karyawan difabel dari total 4.756 pekerja.
- Pemberian dukungan penuh bagi pelaku UMKM yang dikelola oleh komunitas Slankers di lokasi acara.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan perusahaan tetap memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Selain itu, keterlibatan UMKM lokal di setiap konser menjadi cara perusahaan mendukung kemandirian ekonomi para penggemar.
Potensi Pasar dan Nilai Sejarah Bandung
Wilayah Bandung Raya tercatat sebagai pasar yang sangat potensial bagi produk HS dengan pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 2026, konsumsi rokok di wilayah ini meningkat hingga hampir 900 juta batang per bulan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tabel di bawah ini merangkum perbandingan data konsumsi dan profil perusahaan terkait wilayah Bandung:
| Kategori Data | Keterangan Statistik |
|---|---|
| Konsumsi Rokok Bandung (2025) | 800 Juta Batang / Bulan |
| Konsumsi Rokok Bandung (2026) | 900 Juta Batang / Bulan |
| Total Karyawan Perusahaan | 4.756 Orang |
| Jumlah Pekerja Difabel | 76 Orang |
Data tersebut menunjukkan bahwa Bandung merupakan salah satu pilar bisnis terpenting bagi strategi komersial perusahaan ke depannya. Selain faktor ekonomi, kota ini juga memiliki ikatan sejarah yang kuat bagi perjalanan karier Slank di industri musik tanah air.
Bandung menjadi saksi sejarah pertama kalinya formasi ke-14 Slank tampil bersama pada tahun 1997 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga). Gitaris Slank, Ridho, mengenang masa itu sebagai momen penuh tantangan karena ia harus mempelajari puluhan lagu dalam waktu singkat.
Kemeriahan Acara dan Pengisi Acara
Selain penampilan dari band utama dan musisi lokal, panggung konser ini juga diramaikan oleh sederet musisi ternama lainnya. Penggemar dihibur oleh penampilan Tony Q Rastafara, The Cloves and The Tobacco, The Sleting Down, Afterskema, hingga Mahalara.
Rangkaian kegiatan menarik yang berlangsung selama acara meliputi:
- Aksi riding bersama komunitas motor Vespa mengelilingi tempat-tempat ikonik di Bandung.
- Konferensi pers dan sesi temu kangen bersama para musisi pengisi acara.
- Area khusus UMKM yang menjajakan produk kreatif dari komunitas Slankers.
Aktivitas luar panggung ini dirancang untuk menciptakan kedekatan antara musisi, penyelenggara, dan masyarakat setempat. Kegiatan berkendara bersama komunitas motor juga menjadi simbol kebersamaan dalam kampanye "Berani Kita Beda".
Masyarakat yang ingin menyaksikan konser ini cukup menukarkan dua bungkus rokok HS varian tertentu di lokasi acara. Gerbang masuk mulai dibuka sejak siang hari agar penonton bisa menikmati seluruh rangkaian festival dengan maksimal.