PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, BRI menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta untuk pembangunan Balai Wantilan Pura Siwa Lingga.
Fasilitas tersebut berlokasi di Dusun Krajan, Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada warga setempat pada Senin (13/7) lalu.
Dukungan untuk Toleransi dan Keberagaman
Langkah BRI ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan manfaat sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat luas. Penyediaan tempat ibadah yang layak diharapkan mampu memperkuat keharmonisan di tengah keberagaman.
Desa Wirotaman sendiri memiliki reputasi sebagai wilayah yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Di desa ini, masjid, gereja, dan pura berdiri berdampingan sebagai simbol kuat kerukunan antarumat beragama.
Pura Siwa Lingga yang dibangun sejak 1979 merupakan tempat ibadah Hindu tertua di Desa Wirotaman. Saat ini, pura tersebut menjadi pusat kegiatan religius bagi setidaknya 39 kepala keluarga umat Hindu.
Pembangunan Balai Wantilan diproyeksikan untuk mendukung berbagai agenda keagamaan serta kegiatan sosial masyarakat. Selain itu, fasilitas ini juga berfungsi sebagai pusat pelestarian budaya lokal di wilayah tersebut.
Regional Support Business Head BRI Region 13 Malang, Ivan Andrea, menegaskan bahwa TJSL adalah bentuk tanggung jawab nyata perusahaan. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan bisnis BRI harus memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat.
"Bantuan pembangunan Balai Wantilan Pura Siwa Lingga ini merupakan wujud kepedulian BRI dalam mendukung tersedianya sarana ibadah yang layak sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi," ujar Ivan.
Ivan juga berharap fasilitas baru ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan jangka panjang. Masyarakat bisa menggunakannya baik untuk urusan keagamaan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Sinergi Positif Antara BRI dan Masyarakat
Kepala Desa Wirotaman, Ahmad Soleh, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diambil oleh pihak BRI. Ia menilai bantuan ini sebagai bentuk sinergi yang sangat harmonis antara sektor usaha dan warga desa.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai dampak bantuan BRI di Desa Wirotaman:
- Memperkokoh semangat kebersamaan di desa yang dikenal sangat majemuk.
- Menyediakan ruang publik yang representatif untuk pertemuan warga dan kegiatan budaya.
- Mendukung pembangunan infrastruktur desa yang berlandaskan nilai gotong royong.
- Memperkuat identitas Desa Wirotaman sebagai simbol kerukunan umat beragama di Malang.
Ahmad Soleh menambahkan bahwa kehadiran BRI semakin memotivasi warga untuk terus menjaga kerukunan. Baginya, dukungan ini membuktikan bahwa dunia usaha memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan desa.
Senada dengan Kepala Desa, Ketua Pengurus Pura Siwa Lingga, Sumadi, juga merasa sangat terbantu. Ia menjelaskan bahwa Balai Wantilan adalah fasilitas yang sudah lama diimpikan oleh umat Hindu setempat.
Ringkasan informasi mengenai bantuan pembangunan Balai Wantilan:
| Aspek Informasi | Keterangan Detail |
|---|---|
| Nama Lokasi | Pura Siwa Lingga, Desa Wirotaman |
| Nilai Bantuan | Rp100 Juta |
| Tujuan Utama | Pembangunan Balai Wantilan (Gedung Serbaguna) |
| Penerima Manfaat | Umat Hindu dan Warga Desa Wirotaman |
| Target Dampak | Toleransi, Sosial, dan Pelestarian Budaya |
Tabel di atas merangkum rincian bantuan yang diberikan BRI sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Dukungan ini memastikan fasilitas publik dapat diakses dengan lebih nyaman oleh semua pihak.
Melalui inisiatif ini, BRI terus memperkuat perannya sebagai agen pembangunan yang inklusif di Indonesia. Perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga pilar sosial dan keberagaman bangsa.