Suasana duka menyelimuti TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, saat prosesi pemakaman aktor sekaligus pelawak senior, Temon, berlangsung pada Senin (13/7/2026). Komedian bernama lengkap Simson Rarameha Ngadang tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (12/7/2026) akibat serangan jantung.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, pemakaman tersebut dihadiri oleh keluarga besar, kerabat dekat, hingga deretan rekan sesama artis dan komedian. Mereka hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah mewarnai panggung hiburan tanah air tersebut.
Meski banyak rekan yang hadir, Abdel Achrian yang merupakan sahabat kental mendiang justru terlihat tidak berada di lokasi pemakaman. Hal ini dikarenakan Abdel saat ini masih berada di Amerika Serikat sehingga tidak memungkinkan untuk pulang dalam waktu singkat.
Rico, putra sulung mendiang Temon, mengungkapkan bahwa Abdel sempat menghubungi pihak keluarga melalui sambungan telepon. Dalam percakapan yang penuh haru itu, Abdel menyampaikan permohonan maaf karena kendala jarak yang membuatnya absen di pemakaman.
Kesedihan Abdel Achrian dan Janji untuk Ziarah
Rico menceritakan momen emosional saat ia menerima telepon dari Abdel tak lama setelah sang ayah dinyatakan meninggal dunia. Sambil menahan tangis, Rico menyebutkan bahwa pria yang akrab disapa Encing Abdel itu tidak bisa membendung air matanya.
Abdel terus meminta maaf melalui telepon karena merasa sangat sedih tidak bisa mengantarkan sahabat baiknya ke peristirahatan terakhir. "Semalam Encing menelepon saya sambil menangis, dia minta maaf sekali karena tidak bisa datang ke pemakaman," ujar Rico dengan suara terbata.
Walaupun tidak hadir saat ini, Abdel memberikan janji kepada anak-anak Temon bahwa ia akan segera berziarah begitu tiba di tanah air. Abdel meminta agar nantinya pihak keluarga bersedia mengantarkannya langsung ke makam sang ayah setibanya ia dari Amerika Serikat.
Persahabatan antara Abdel dan Temon memang dikenal sangat erat dan telah berlangsung puluhan tahun, tepatnya sejak tahun 1992. Rico menegaskan bahwa hubungan ayahnya dengan Abdel bukan sekadar rekan kerja, melainkan sudah seperti bagian dari keluarga sendiri.
Kenangan Daus Mini Terhadap Sosok Temon
Komedian Daus Mini juga terlihat hadir di antara pelayat untuk melepas kepergian senior sekaligus sahabatnya tersebut. Di mata Daus Mini, Temon adalah figur yang sangat ceria dan selalu bersikap terbuka dalam membagikan ilmu komedinya kepada junior.
Ia mengenang mendiang sebagai orang yang humoris dan tidak pernah menunjukkan rasa sakit atau mengeluh soal kesehatannya di depan orang lain. "Beliau orang yang tidak pelit ilmu dan selalu terlihat kuat, tidak pernah mengeluhkan soal penyakitnya kepada kami," ungkap Daus Mini.
Daus Mini menambahkan bahwa banyak sekali kenangan manis yang ia lalui bersama almarhum selama bekerja sama di berbagai program televisi maupun organisasi. Interaksi mereka yang intens di Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PasKI) membuat kepergian Temon meninggalkan luka mendalam bagi Daus.
Ada satu rencana yang membuat Daus Mini merasa sangat kehilangan, yakni keinginan mereka berdua untuk memproduksi konten bersama dalam waktu dekat. Sayangnya, rencana kolaborasi tersebut kini hanya tinggal kenangan karena Temon telah dipanggil oleh Sang Pencipta sebelum proyek itu terlaksana.
Aksi Cepat Mongol Stres Terbang dari Bali
Selain Daus Mini, komedian Mongol Stres juga tampak hadir di TPU Tanah Kusir setelah menempuh perjalanan udara dari luar kota. Mongol menceritakan bahwa ia langsung bergegas mencari tiket pesawat menuju Jakarta sesaat setelah mendengar kabar duka dari rekan-rekan komedian.
Awalnya, Mongol mengaku sempat meragukan kebenaran berita meninggalnya Temon karena ia belum menemukan konfirmasi resmi di media daring. Ia sempat melakukan pencarian di internet berkali-kali namun tidak menemukan artikel yang memvalidasi berita tersebut secara cepat.
Keyakinan Mongol baru muncul setelah ia melihat adanya perubahan status di aplikasi WhatsApp milik rekan-rekan dekat almarhum. Berikut adalah kronologi singkat bagaimana Mongol mendapatkan kepastian mengenai kabar duka tersebut:
Kronologi informasi yang diterima Mongol terkait wafatnya Temon:
- Menerima pesan WhatsApp yang mengabarkan bahwa Temon telah meninggal dunia.
- Melakukan pengecekan mandiri melalui mesin pencari Google namun belum menemukan berita resmi.
- Melihat perubahan status WhatsApp milik Abdel Achrian dan Cak Lontong yang bernada duka.
- Memastikan kebenaran kabar tersebut dan segera memesan tiket pesawat dari Bali ke Jakarta.
Setelah mendapatkan kepastian melalui status para sahabat, Mongol merasa sangat terpukul dan segera mengusahakan kehadirannya di prosesi pemakaman. Ia tiba di lokasi sekitar pukul 12.18 WIB untuk memberikan penghormatan terakhir bagi sosok yang dianggapnya sebagai sahabat baik.
Data dan Fakta Terkait Meninggalnya Temon
Untuk memudahkan pembaca memahami detail peristiwa ini, berikut adalah ringkasan fakta terkait meninggalnya sang komedian senior tersebut.
Informasi detil mengenai meninggalnya Temon Templar:
| Kategori Informasi | Detail Keterangan |
|---|---|
| Nama Lengkap | Simson Rarameha Ngadang (Temon) |
| Waktu Meninggal | Minggu, 12 Juli 2026 |
| Penyebab Kematian | Serangan Jantung |
| Lokasi Pemakaman | TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan |
| Waktu Pemakaman | Senin, 13 Juli 2026 |
| Usia Saat Wafat | 59 Tahun |
Tabel di atas merangkum informasi utama mengenai kepergian Temon yang mengejutkan banyak pihak di industri hiburan Indonesia. Hingga akhir hayatnya, mendiang dikenal sebagai seniman yang konsisten menghibur masyarakat melalui berbagai karya komedinya.
Kepergian Temon menjadi kehilangan besar bagi dunia komedi Indonesia, terutama bagi sahabat-sahabat seperjuangannya seperti Abdel, Mongol, dan Daus Mini. Meski raga telah tiada, tawa dan ilmu yang dibagikan oleh mendiang akan selalu diingat oleh keluarga serta rekan-rekan sesama seniman.