Gaya Main Lambat Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Gaya Main Lambat Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Lionel Messi menunjukkan performa yang sangat unik di Piala Dunia 2026 dengan gaya bermain yang menyerupai "siput" karena minimnya intensitas lari. Meski sang kapten terlihat lebih sering berjalan kaki di lapangan, La Pulga tetap membuktikan kapasitasnya sebagai pemain paling tajam dalam turnamen kali ini.

Pada usia yang sudah menginjak 39 tahun, peraih delapan gelar Ballon d'Or ini menunjukkan bahwa kemampuan mencetak golnya belum pudar dimakan waktu. Messi kini memuncaki daftar pencetak gol terbanyak dengan koleksi 8 gol dari lima pertandingan, menyamai torehan Kylian Mbappe yang usianya jauh lebih muda 12 tahun.

Fenomena menarik dari ketajaman Messi di Piala Dunia 2026 adalah efisiensi tenaganya yang sangat luar biasa selama berada di lapangan hijau. Berdasarkan data statistik yang dirilis FIFA, megabintang Argentina ini tercatat lebih banyak menghabiskan waktu dengan berjalan kaki sepanjang jalannya kompetisi.

Laporan dari Telegraph menyebutkan bahwa Messi telah menempuh jarak total sejauh 35.858 meter dalam lima pertandingan yang dijalaninya bersama timnas Argentina. Namun, fakta menunjukkan bahwa lebih dari separuh jarak tersebut ia tempuh tanpa melakukan aktivitas lari yang berarti.

Sebanyak 22.958 meter atau setara 64 persen dari keseluruhan jarak tempuhnya dilakukan Messi dalam kategori "zona satu" dengan kecepatan rendah. Kecepatan pada zona ini hanya berkisar antara 0 hingga 7 kilometer per jam, yang secara teknis dikategorikan sebagai intensitas berjalan kaki.

Dalam analisis mendalam saat Argentina menghadapi Cape Verde di babak 32 besar, pengujian khusus dilakukan terhadap durasi lari Messi setiap 15 menit. Hasilnya menunjukkan bahwa Messi rata-rata hanya berlari selama 51 detik per interval tersebut, yang berarti total durasi larinya hanya mencapai 5 menit dalam satu laga penuh.

Statistik Perbandingan Intensitas Lari Pemain

Nama Pemain Jumlah Lari Cepat (Sprints) Jumlah Pertandingan
Harry Kane 600 5
Vinícius Júnior 514 5
Ousmane Dembélé 477 5
Mikel Oyarzabal 461 5
Kylian Mbappé 336 5
Erling Haaland 314 4
Lionel Messi 298 5

Dibandingkan dengan penyerang papan atas lainnya, jumlah lari cepat yang dilakukan Messi sebanyak 298 kali merupakan angka yang paling rendah di antara kompetitornya. Hanya Erling Haaland yang memiliki statistik mendekati dengan 314 lari, namun perlu dicatat bahwa striker Norwegia tersebut sempat absen dalam satu pertandingan fase grup.

Kendati demikian, Messi tetap mampu menunjukkan ledakan tenaga yang luar biasa ketika timnya sedang berada dalam kondisi yang sangat mendesak. Momen krusial ini terlihat saat laga melawan Mesir, di mana Argentina sempat tertinggal dua gol hingga memasuki menit ke-70 pertandingan.

Setelah menit ke-75, Messi mengubah mode permainannya menjadi sangat aktif dan bergerak secara mobile menyisir sisi sayap lapangan untuk membongkar pertahanan lawan. Pada periode tersebut, ia mendominasi statistik pertandingan mulai dari sentuhan bola, jumlah tembakan, hingga penciptaan peluang emas bagi timnya.

Berkat perubahan performa Messi yang impresif di menit-menit akhir tersebut, Argentina berhasil melakukan aksi comeback luar biasa untuk memenangkan laga dengan skor 3-2. Kontribusinya dalam momen krusial tersebut memastikan langkah tim Tango terus berlanjut ke fase berikutnya di turnamen paling bergengsi di dunia ini.

Argentina dijadwalkan akan bertanding melawan Swiss pada babak perempatfinal Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada akhir pekan ini. Publik kini menanti apakah sang legenda akan kembali menerapkan strategi "siput" atau justru tampil meledak-ledak sebagaimana yang ia tunjukkan pada masa mudanya.

Sebagai informasi tambahan bagi para penggemar, statistik menunjukkan bahwa Argentina masih memiliki beberapa algojo penalti yang secara angka lebih unggul dibandingkan Messi. Hal ini menjadi catatan tersendiri dalam skuad Argentina yang saat ini tengah bersiap menghadapi tekanan tinggi di fase gugur turnamen.

Artikel terkait