Kisah Brownies Ketan Sidoarjo Go International Berkat Dukungan BRI yang Menginspirasi

Kisah Brownies Ketan Sidoarjo Go International Berkat Dukungan BRI yang Menginspirasi

Bisnis rumahan It's Me Time asal Sidoarjo, Jawa Timur, kini sukses menembus pasar internasional berkat inovasi brownies ketannya. Usaha yang dirintis oleh Jalian Setiarsa sejak akhir 2017 ini membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di kancah global.

Pada awal berdirinya, It's Me Time hanya mampu memproduksi sekitar 300 brownies setiap bulan dari dapur sederhana. Namun, berkat pengelolaan yang tekun dan dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, skala bisnisnya meningkat drastis.

Transformasi Bisnis Melalui Pendampingan BRI

Perjalanan Jalian, yang akrab disapa Arso, bersama BRI dimulai pada tahun 2018 saat ia resmi menjadi nasabah simpanan. Kerja sama ini membuka pintu bagi berbagai solusi finansial yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan pengembangan usahanya.

Arso mengungkapkan bahwa petugas BRI tidak hanya menawarkan bantuan modal, tetapi juga memberikan perhatian nyata terhadap operasional bisnisnya. Dukungan moral dan teknis dari petugas di lapangan menjadi suntikan semangat bagi Arso dalam menghadapi dinamika dunia usaha.

Langkah strategis Arso berlanjut dengan bergabung ke dalam komunitas Rumah BUMN BRI. Di sana, ia mendapatkan bimbingan intensif untuk memperbaiki manajemen bisnis dan meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar yang lebih tinggi.

Berikut adalah beberapa aspek utama yang menjadi fokus pendampingan dalam program tersebut:

Daftar fokus pengembangan usaha It's Me Time melalui Rumah BUMN BRI:

  • Perbaikan sistem manajerial dan tata kelola bisnis secara mendalam.
  • Pelatihan intensif terkait strategi pemasaran dan peningkatan kualitas produksi.
  • Pendampingan dalam pengurusan legalitas usaha dan sertifikasi produk.
  • Penataan ruang produksi agar sesuai dengan standar industri yang berlaku.

Melalui proses pembinaan tersebut, It's Me Time berhasil meraih berbagai sertifikasi penting untuk menjamin kualitas produknya. Sertifikasi ini menjadi modal utama bagi brownies ketan Sidoarjo ini untuk diterima di pasar yang lebih luas.

Berikut adalah rangkuman sertifikasi dan pencapaian yang telah berhasil dikantongi oleh It's Me Time:

Tabel Sertifikasi dan Capaian Prestasi It's Me Time:

Kategori Detail Sertifikasi & Penghargaan
Sertifikasi Keamanan Pangan PIRT, Halal, GMP, dan SNI
Sertifikasi Internasional HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point)
Penghargaan Nasional Produk Terbaik No. 1 BRI & Peringkat Utama SNI Award

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa komitmen Arso terhadap kualitas produk sangat serius. Berbagai sertifikasi tersebut menjadi bukti kuat bahwa brownies ketan produksinya aman dan layak dikonsumsi pelanggan mancanegara.

Ekspansi ke Luar Negeri dan Peningkatan Produksi

Dampak dari perbaikan kualitas tersebut mulai terlihat nyata pada tahun 2021 dengan lonjakan kapasitas produksi yang signifikan. It's Me Time mampu memproduksi hingga 25.000 brownies per bulan dan menjangkau pelanggan di Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan.

Selain pasar domestik, BRI juga memfasilitasi ekspansi It's Me Time ke pasar dunia melalui berbagai ajang pameran bergengsi. Produk ini tampil di acara seperti Brilianpreneur, Trade Expo Indonesia, hingga pameran pangan di Turki dan Australia.

Upaya promosi tersebut membuahkan hasil manis dengan keberhasilan ekspor ke berbagai negara tetangga dan wilayah lain. Arso mencatat realisasi pengiriman produk ke Turki, Hong Kong, Singapura, Australia, hingga Malaysia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Senior Executive Vice President Ultra Micro Business BRI, M. Candra Utama, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mendorong UMKM agar naik kelas. Melalui Rumah BUMN, BRI fokus pada literasi digital dan penguatan kapasitas usaha agar UMKM lokal bisa tumbuh secara berkelanjutan.

Arso merasa sangat terbantu dengan adanya fasilitas pelatihan dan dukungan pembiayaan yang diberikan secara rutin oleh pihak bank. Baginya, pendampingan ini bukan sekadar bantuan modal, melainkan jembatan untuk memperluas wawasan dan jangkauan pasar produknya ke level global.

Artikel terkait