Pada Selasa malam, 7 Juli 2026, pesawat kargo Boeing 737-400 milik maskapai Pakistan K2 Airways yang mengoperasikan penerbangan KTA1732 dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi, Pakistan, hilang kontak dengan pengawas lalu lintas udara (ATC) di atas Laut Arab, sekitar 155 mil laut (287 km) barat Karachi. Insiden terjadi setelah awak pesawat melaporkan gangguan pada sistem navigasi dan data pelacakan menunjukkan penurunan ketinggian yang sangat cepat sebelum kontak radar dan radio terputus. Lima awak pesawat hingga kini masih belum ditemukan dan operasi pencarian serta penyelamatan (SAR) skala besar masih berlangsung.
Ringkasan Cepat
- Maskapai & Pesawat: K2 Airways (Pakistan), Boeing 737-400 freighter registrasi AP-BOI (usia 27 tahun, dikonversi menjadi kargo).
- Penerbangan: KTA1732 (kargo), rute Sharjah (SHJ) – Karachi (KHI).
- Waktu & Lokasi Hilang Kontak: Sekitar pukul 21.21 PST (16.21 UTC) tanggal 7 Juli 2026, posisi ±155 NM barat Karachi di Laut Arab.
- ** Awak di Dalam Pesawat**: 5 orang (semua warga negara Pakistan).
- Penyebab Awal: Awak melaporkan gangguan sistem navigasi; data ADS-B menunjukkan penurunan ketinggian ekstrem sebelum hilang kontak.
- Status Terkini: Pesawat dinyatakan hilang. Operasi SAR multi-agensi Pakistan masih aktif. Belum ada konfirmasi resmi penemuan puing, sinyal darurat, atau korban jiwa.
- Pernyataan Resmi: Pakistan Civil Aviation Authority (CAA) dan Pakistan Airports Authority (PAA) telah mengonfirmasi kronologi dan mengaktifkan Rescue Coordination Centre.
Kronologi Lengkap Kejadian
Berikut timeline berdasarkan pernyataan resmi otoritas penerbangan Pakistan dan data pelacakan independen:
- Pukul 21.18 PST (16.18 UTC): Awak pesawat KTA1732 melaporkan masalah pada sistem navigasi kepada Karachi Area Control Centre (ACC). Pengawas lalu lintas udara segera memberikan panduan navigasi.
- Pukul 21.21 PST (16.21 UTC): Radar menangkap pesawat mengalami penurunan ketinggian yang sangat cepat disertai perubahan arah tajam. Kontak radar dan komunikasi radio kemudian terputus total.
- Data ADS-B Terakhir: Pesawat sempat naik kembali setelah penurunan awal, lalu mengalami penurunan dramatis dengan laju vertikal mencapai -22.400 kaki per menit hingga ketinggian terakhir tercatat sekitar 1.100 kaki di atas permukaan laut.
- Aktivasi SAR: Rescue Coordination Centre Pakistan segera diaktifkan. Operasi pencarian melibatkan berbagai instansi dimulai segera setelah kontak hilang.
Data pelacakan dari Flightradar24 menunjukkan pola yang konsisten dengan kejadian serius di udara, meskipun penyebab pastinya masih dalam investigasi.
Profil Pesawat dan Maskapai K2 Airways
Pesawat yang hilang adalah Boeing 737-400 BDSF (Bedek Special Freighter) registrasi AP-BOI, MSN 29210. Pesawat ini pertama kali terbang pada 1999 dan sempat dioperasikan oleh Aeroflot serta Garuda Indonesia sebelum dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2012. K2 Airways menerima pesawat ini pada 2024 sebagai satu-satunya armada operasional maskapai tersebut.
K2 Airways adalah maskapai kargo swasta asal Pakistan yang berbasis di Karachi. Didirikan sekitar 2017–2019 dan memulai operasi kargo komersial pada 2024 dengan lisensi charter dari pemerintah Pakistan. Maskapai ini awalnya berencana mengoperasikan pesawat penumpang, namun beralih fokus ke kargo dengan armada tunggal Boeing 737-400SF ini. Situs resmi maskapai menyebut pesawat ini sebagai armada andalan dengan efisiensi biaya operasional yang tinggi untuk rute kargo regional dan internasional.
Respons Otoritas dan Operasi Pencarian & Penyelamatan
Pakistan Airports Authority (PAA) dan Civil Aviation Authority segera mengeluarkan pernyataan resmi:
“K2 Airways B 737 of Pakistan Cargo Flight enroute from Sharjah to Karachi at time 2118PST reported Navigational system issue and was promptly guided by KARACHI ACC. However; at time 2121PST aircraft was observed on RADAR rapidly descending and with rapid heading change, subsequently RADAR contact and communication was lost approximately 155 NM west of Karachi. Following the occurrence RESCUE COORD CENTRE has been activated and coordinated Search & Rescue launched at sea through various agencies to locate the missing aircraft. There were five crew members onboard the aircraft.”
Operasi SAR melibatkan:
- Kapal perang Pakistan Navy PNS Zulfiqar
- Pesawat pengawas Pakistan Air Force (SAAB Erieye)
- Pesawat patroli Pakistan Navy (ATR 72)
- Kapal komersial Pakistan National Shipping Corporation
Hingga pagi 8 Juli 2026, belum ada laporan penemuan puing, sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT), atau korban. Wilayah pencarian berada di perairan dalam Laut Arab yang menyulitkan operasi.

Data Penerbangan dan Analisis Awal
Data ADS-B menunjukkan pesawat sempat mengalami gangguan GNSS (Global Navigation Satellite System) di awal penerbangan, kemudian kembali normal sebelum insiden utama. Gangguan sistem navigasi yang dilaporkan awak kemungkinan terkait dengan peralatan inersia atau GPS pesawat. Namun, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi apakah gangguan tersebut menjadi penyebab utama hilangnya kendali atau hanya gejala awal dari masalah yang lebih besar (seperti kegagalan sistem kelistrikan, tekanan kabin, atau faktor lain).

Penurunan ketinggian ekstrem di data terakhir (-22.400 fpm) sangat jarang terjadi pada penerbangan normal dan biasanya mengindikasikan kondisi darurat berat atau kehilangan kendali. Investigasi akan dilakukan oleh otoritas penerbangan Pakistan dengan kemungkinan melibatkan standar internasional ICAO.
Latar Belakang dan Konteks Keselamatan Penerbangan
Boeing 737 Classic series (termasuk -400) telah lama digunakan sebagai pesawat kargo karena keandalan dan biaya operasional yang rendah. Meski usianya sudah tua, pesawat ini tetap memenuhi standar kelaikudaraan selama menjalani perawatan dan inspeksi rutin. K2 Airways sebagai maskapai baru dengan armada tunggal menghadapi tantangan besar pasca-insiden ini.
Insiden hilang kontak di atas laut seringkali sulit diselidiki karena minimnya data kotak hitam jika pesawat benar-benar jatuh ke laut dalam. Pengalaman sebelumnya (seperti pencarian pesawat di Samudra Hindia atau wilayah serupa) menunjukkan bahwa operasi SAR maritim memerlukan waktu lama dan sumber daya besar.
Update Terkini (per 8 Juli 2026, siang WIB)
Hingga laporan terbaru, operasi pencarian masih berlangsung intensif. Belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Pakistan mengenai penemuan puing atau korban jiwa. Beberapa sumber penerbangan internasional menyebut pesawat “diduga jatuh” berdasarkan data ADS-B, namun status resmi tetap “missing aircraft” dengan 5 awak masih dicari. Investigasi akan dimulai setelah lokasi puing (jika ada) ditemukan atau berdasarkan data yang tersedia.
Penutup
Insiden hilangnya pesawat KTA1732 menjadi pengingat betapa pentingnya redundansi sistem navigasi dan komunikasi, terutama pada penerbangan jarak jauh di atas laut. Hingga saat ini, doa dan harapan terbaik tetap tertuju kepada kelima awak pesawat dan keluarga mereka. Tim SAR Pakistan terus bekerja keras di kondisi yang menantang.
Kami akan terus memperbarui artikel ini seiring perkembangan resmi dari otoritas Pakistan dan sumber terpercaya. Semua informasi di atas didasarkan pada pernyataan resmi Pakistan Airports Authority, data pelacakan Flightradar24, serta laporan Reuters serta sumber penerbangan terkemuka lainnya.
Sumber Utama:
- Pernyataan resmi Pakistan Civil Aviation Authority & Pakistan Airports Authority (7 Juli 2026)
- Flightradar24 Blog & data ADS-B
- Laporan Reuters dan Simple Flying
- Profil armada K2 Airways