Pemerintah Singapura kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). Program ini merupakan bagian dari skema voucher Pajak Barang dan Jasa atau The Goods and Services Tax Voucher (GSTV).
Kementerian Keuangan Singapura mengumumkan bahwa sekitar 1,5 juta warga akan menerima manfaat ini. Penyaluran dana bantuan tersebut dijadwalkan akan dimulai secara bertahap pada 7 Agustus mendatang.
Detail Besaran Bantuan dan Kriteria Penerima
Setiap warga yang memenuhi syarat berpotensi mendapatkan bantuan dana tunai maksimal hingga S$ 850. Jika dikonversi ke mata uang rupiah, nilai tersebut setara dengan Rp 11,89 juta (kurs Rp 13.992).
Pemerintah telah menetapkan sejumlah kriteria ketat bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan ini. Hal tersebut dilakukan guna memastikan distribusi dana tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan.
Berikut adalah kriteria utama bagi penerima manfaat bantuan tunai Singapura:
- Warga negara Singapura yang telah berusia minimal 21 tahun pada tahun 2026.
- Memiliki pendapatan kena pajak tidak lebih dari S$ 39.000 (sekitar Rp 545,68 juta) sepanjang tahun 2025.
- Tinggal di hunian dengan nilai sewa tahunan yang masuk dalam kategori tertentu.
Penerima bantuan dibagi menjadi dua kategori berdasarkan nilai sewa tahunan tempat tinggal mereka. Aturan ini bertujuan untuk membedakan besaran bantuan sesuai dengan tingkat kemampuan ekonomi masyarakat.
| Nilai Sewa Tahunan Hunian | Jumlah Bantuan Tunai (S$) | Jumlah Bantuan Tunai (Rp) |
|---|---|---|
| Hingga S$ 21.000 | S$ 850 | Rp 11,89 Juta |
| S$ 21.000 hingga S$ 31.000 | S$ 450 | Rp 6,29 Juta |
Tabel di atas merincikan perbedaan nominal bantuan yang akan diterima oleh warga berdasarkan aset tempat tinggalnya. Semakin rendah nilai sewa rumahnya, maka bantuan tunai yang diberikan pemerintah akan semakin besar.
Dukungan Tambahan untuk Warga Lansia
Selain bantuan tunai umum, pemerintah juga memberikan perhatian khusus bagi kelompok lanjut usia. Sekitar 710.000 warga senior dipastikan akan menerima suntikan dana kesehatan tambahan.
Dukungan tersebut disalurkan melalui skema GSTV - Medisave dengan nominal antara S$ 150 hingga S$ 450 (Rp 2,09 - 6,29 juta). Dana ini akan otomatis masuk ke akun CPF MediSave masing-masing penerima secara langsung.
Kementerian Keuangan Singapura menegaskan bahwa total anggaran yang dikucurkan untuk seluruh program GSTV ini mencapai S$ 1,4 miliar. Angka tersebut setara dengan nilai Rp 19,58 triliun dalam kurs saat ini.
Masyarakat akan mendapatkan pemberitahuan resmi mengenai status pencairan dana melalui pesan singkat (SMS) atau surat fisik. Bagi warga yang ingin memastikan status kelayakan mereka, pemerintah menyediakan layanan pengecekan melalui situs web resmi.