Masa depan Thibaut Courtois bersama Tim Nasional Belgia kini tengah berada di persimpangan jalan setelah sang kiper veteran menyatakan keinginannya untuk beristirahat sejenak dari panggung internasional. Penjaga gawang berusia 34 tahun tersebut melontarkan pernyataan ini usai langkah Belgia dihentikan oleh Spanyol dengan skor tipis 1-2 pada babak perempatfinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung Sabtu dini hari WIB.
Kekalahan dari Tim Matador tersebut menjadi pukulan telak bagi skuat De Rode Duivels yang harus mengubur impian mereka untuk melaju lebih jauh di turnamen paling bergengsi sejagat tersebut. Courtois yang sudah mengawal mistar gawang Belgia selama 15 tahun terakhir merasa perlu mengambil waktu jeda guna mempertimbangkan kelanjutan kariernya bersama tim nasional di masa mendatang.
Catatan Karier dan Statistik Timnas Belgia
Sejak melakoni debut perdananya pada November 2011, mantan kiper Chelsea dan Atletico Madrid ini hampir tidak pernah kehilangan posisinya sebagai pilihan utama di bawah mistar gawang Belgia. Tercatat, Courtois telah mengoleksi total 115 caps dan menjadi salah satu pilar utama dari generasi emas Belgia yang konsisten bersaing di level tertinggi sepakbola dunia.
Perjalanan Belgia di Piala Dunia 2026 sendiri menunjukkan performa yang kompetitif sebelum akhirnya tumbang di tangan Spanyol pada babak delapan besar. Berikut adalah rangkuman data klasemen grup G tempat Belgia bernaung serta jadwal babak gugur pada sisa turnamen tersebut:
| Pos | Grup G - Tim | P | W | D | L | +/- | Pts |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Belgia | 3 | 1 | 2 | 0 | 4 | 5 |
| 2 | Mesir | 3 | 1 | 2 | 0 | 2 | 5 |
| 3 | Iran | 3 | 0 | 3 | 0 | 0 | 3 |
| 4 | Selandia Baru | 3 | 0 | 1 | 2 | -6 | 1 |
Selain persaingan di Grup G, turnamen ini juga menyisakan beberapa pertandingan krusial di babak perempatfinal dan semifinal yang melibatkan tim-tim besar lainnya. Performa Belgia yang tidak terkalahkan di fase grup menjadi modal penting, meski akhirnya mereka harus menyerah di tangan Spanyol pada laga yang sangat ketat.
| Fase | Pertandingan | Tanggal | Waktu |
|---|---|---|---|
| Perempatfinal | Norwegia vs Inggris | 12 Jul | 04:00 |
| Perempatfinal | Argentina vs Swiss | 12 Jul | 08:00 |
| Semifinal | Prancis vs Spanyol | 15 Jul | 02:00 |
Keputusan di Tangan Federasi Sepakbola Belgia
Mengenai kelanjutan kiprahnya, Courtois secara terbuka menyatakan bahwa keputusan akhir berada di tangan Federasi Sepakbola Belgia atau RBFA. Ia mengajukan rencana untuk melewati kompetisi UEFA Nations League agar bisa fokus memulihkan kondisi fisik dan mentalnya sebelum memutuskan kembali membela panji negara.
Kiper andalan Real Madrid ini menganggap bahwa Nations League bukanlah prioritas utama dibandingkan turnamen besar lainnya, sehingga ia ingin menggunakan waktu tersebut untuk rehat. "Saya ingin beristirahat selama gelaran Nations League dengan mempertimbangkan masa depan saya di tim nasional karena itu bukan kompetisi paling krusial," ujarnya dalam wawancara dengan AS.
Courtois juga membuka kemungkinan untuk kembali memperkuat Belgia pada babak kualifikasi Euro 2028 yang akan datang jika kondisinya memungkinkan. Namun, ia menekankan bahwa semua itu sangat bergantung pada apakah federasi mau menerima persyaratan dan rencana jeda yang ia ajukan atau justru sebaliknya.
Apabila RBFA menolak permintaannya untuk beristirahat sementara, maka laga melawan Spanyol di perempatfinal Piala Dunia 2026 tersebut secara otomatis menjadi penampilan terakhirnya untuk Belgia. "Mungkin saya akan kembali untuk kualifikasi Euro 2028, tapi pada akhirnya itu adalah keputusan federasi apakah mereka mau menerima rencana saya atau tidak," tambahnya dengan nada serius.
Timnas Belgia sendiri memiliki agenda yang cukup padat dengan enam pertandingan UEFA Nations League yang dijadwalkan akan berlangsung di sisa tahun ini. Setelah kompetisi tersebut selesai, mereka baru akan memulai perjuangan di babak kualifikasi Piala Eropa 2028 yang direncanakan kick-off pada Maret tahun depan.
Kehilangan Courtois dalam jangka waktu tertentu tentu akan menjadi tantangan besar bagi pelatih Belgia dalam meracik komposisi lini pertahanan yang solid. Meski banyak yang mempertanyakan apakah ini merupakan akhir dari era "Generasi Emas", Courtois tetap menjadi figur yang sulit digantikan posisinya di bawah mistar gawang tim Setan Merah.