Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi mengumumkan hasil rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026. Data ini mencakup capaian siswa pada jenjang SD dan SMP sederajat di seluruh Indonesia.
Laporan tersebut tidak hanya menampilkan rerata nasional, tetapi juga membedah performa sekolah berdasarkan status negeri dan swasta. Selain itu, pemerintah menyertakan standar deviasi atau simpangan baku untuk menunjukkan sebaran nilai siswa.
Perbandingan Performa Sekolah Negeri dan Swasta
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, memaparkan data tersebut dalam acara Taklimat Media di Kantor BKPDM, Sabtu (30/5/2026). Ia menjelaskan adanya perbedaan tren prestasi antara jenjang SD dan SMP.
Untuk tingkat SMP sederajat, sekolah negeri tercatat unggul tipis di atas sekolah swasta. Hal ini menunjukkan persaingan kualitas pendidikan yang cukup kompetitif pada jenjang menengah pertama tersebut.
Namun, situasi berbeda terlihat pada jenjang SD sederajat. Menurut Rahmawati, sekolah swasta justru meraih nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan sekolah negeri dengan selisih atau delta yang lebih lebar.
Berikut adalah rincian perbandingan nilai rata-rata TKA 2026 berdasarkan status sekolah:
| Jenjang & Status | Mata Pelajaran | Rata-rata | Simpangan Baku |
|---|---|---|---|
| SMP/MTs Negeri | Bahasa Indonesia | 61,23 | 16,77 |
| SMP/MTs Negeri | Matematika | 40,65 | 11,60 |
| SMP/MTs Swasta | Bahasa Indonesia | 59,05 | 17,62 |
| SMP/MTs Swasta | Matematika | 39,87 | 12,08 |
| SD/MI Negeri | Bahasa Indonesia | 59,17 | 17,37 |
| SD/MI Negeri | Matematika | 42,45 | 13,47 |
| SD/MI Swasta | Bahasa Indonesia | 62,85 | 18,18 |
| SD/MI Swasta | Matematika | 46,10 | 15,51 |
Tabel di atas menyajikan perbandingan nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika pada dua jenjang pendidikan berbeda. Data ini menjadi cerminan capaian akademis siswa secara nasional pada tahun ajaran tersebut.
Analisis Capaian Akademik
Secara umum, nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia masih cenderung lebih tinggi dibandingkan Matematika di semua kategori. Hal ini terlihat baik pada jenjang sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.
Simpangan baku yang tercatat juga memberikan gambaran mengenai variasi nilai siswa di lapangan. Semakin besar angka simpangan baku, maka semakin beragam pula kemampuan akademik siswa dalam satu kelompok tersebut.
Informasi mengenai rerata TKA ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pendidikan. Baik sekolah negeri maupun swasta dapat menggunakan data ini untuk meningkatkan standar pembelajaran di masa depan.