IHSG Melejit Usai S&P Afirmasi Peringkat Indonesia Ternyata Ini Dampak Besarnya

IHSG Melejit Usai S&P Afirmasi Peringkat Indonesia Ternyata Ini Dampak Besarnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa gemilang pada perdagangan Senin (13/7) dengan lonjakan sebesar 1,92 persen. Kenaikan sebanyak 113,48 poin ini membawa indeks mendarat di level 6.037,84 hingga penutupan pasar.

Gairah pasar modal domestik ini dipicu oleh laporan terbaru dari lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings. Lembaga tersebut memberikan sinyal positif dengan mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB/A-2 dengan prospek yang stabil.

Tim analis dari Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa keputusan S&P tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri bagi para investor. Sebelumnya, pelaku pasar sempat merasa cemas akan potensi penurunan peringkat kredit Indonesia di tengah kondisi ekonomi global.

Secara teknikal, pergerakan indeks hari ini menunjukkan kekuatan yang cukup signifikan. IHSG berhasil menembus angka psikologis 6.000 dan berakhir di atas rata-rata pergerakan harian MA5, MA10, serta MA20.

Dominasi Saham Perbankan dan Transaksi Pasar

Aktivitas perdagangan sepanjang hari berlangsung cukup dinamis dengan total nilai transaksi menyentuh angka Rp12,16 triliun. Sebanyak 26,34 miliar lembar saham berpindah tangan selama sesi perdagangan tersebut berlangsung.

Sektor perbankan raksasa kembali menjadi primadona dan menjadi penopang utama penguatan indeks. Dua bank besar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), mencatatkan nilai transaksi paling jumbo.

Rincian performa saham perbankan unggulan hari ini adalah sebagai berikut:

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Saham ini membukukan kenaikan signifikan sebesar 2,87 persen dengan nilai transaksi mencapai Rp597 miliar.
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Mencatatkan transaksi tertinggi senilai Rp1,11 triliun dengan penguatan harga saham sebesar 0,81 persen.

Kenaikan harga pada kedua saham "blue chip" tersebut membuktikan kembali kepercayaan pemodal terhadap stabilitas sektor keuangan nasional. Hal ini berbanding lurus dengan sentimen positif dari peringkat kredit yang baru saja dirilis.

Performa Sektoral dan Perbandingan Regional

Jika menilik kinerja sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI), sektor bahan baku atau basic materials tampil sebagai pemimpin. Sektor ini melesat tajam dengan kenaikan mencapai 2,96 persen dibandingkan sektor lainnya.

Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang mengalami koreksi meskipun tidak terlalu dalam. Penurunan tipis sebesar 0,26 persen membuat sektor ini berada di zona merah sendirian pada hari ini.

Berikut adalah perbandingan kinerja IHSG dengan bursa saham di kawasan Asia Pasifik:

Negara / Indeks Kinerja Harian (%)
Indonesia (IHSG) +1,92%
Malaysia (FBMKLCI) +0,41%
Thailand (SET) +0,27%
Filipina (PCOMP) -0,33%
Korea Selatan (KOSPI) -8,95%

Data di atas memperlihatkan bahwa IHSG tampil sebagai pemimpin di kawasan pasar berkembang (emerging market) Asia Pasifik. Sementara bursa Malaysia dan Thailand menguat tipis, bursa Korea Selatan justru terpuruk cukup dalam.

Keberhasilan IHSG memimpin penguatan di kawasan ini mengukuhkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor internasional. Stabilitas makroekonomi yang diakui lembaga dunia menjadi kunci utama penguatan hari ini.

Artikel terkait