Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan menjelang penutupan perdagangan pada Senin (13/7/2026). Indeks terpantau melonjak hingga 1,68% atau bertambah sebanyak 99,47 poin.
Lonjakan ini membawa IHSG mendarat di posisi 6.023,83 pada akhir sesi perdagangan hari ini. Dinamika pasar menunjukkan dominasi sentimen positif yang cukup kuat di lantai bursa.
Berdasarkan data perdagangan, mayoritas saham bergerak di zona hijau dengan rincian 367 saham mengalami kenaikan harga. Sementara itu, sebanyak 282 saham melemah dan 316 saham lainnya terpantau jalan di tempat atau stagnan.
Aktivitas pasar tergolong cukup ramai dengan nilai transaksi yang menembus angka Rp 10,38 triliun. Volume perdagangan mencapai 23,08 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,59 juta kali frekuensi transaksi.
Pergerakan Saham Konglomerat dan Aksi Asing
Kenaikan indeks kali ini didorong oleh penguatan sejumlah saham milik grup usaha besar di Indonesia. Emiten dari Grup Bakrie terpantau melesat, yang kemudian diikuti oleh saham milik konglomerat Prajogo Pangestu hingga Grup Sinar Mas.
Meskipun indeks menguat tajam, investor asing terpantau masih melakukan aksi jual bersih (net sell) di pasar domestik. Hingga sesi pertama berakhir, tercatat arus modal keluar asing mencapai Rp 274,8 miliar di seluruh pasar.
Total nilai beli investor asing mencapai Rp 1,4 triliun, namun tertutup oleh nilai jual yang lebih besar yakni Rp 1,7 triliun. Hal ini menunjukkan adanya tekanan jual dari pemodal internasional meski pasar secara umum menghijau.
Daftar saham yang menjadi target utama aksi jual investor asing pada sesi pertama:
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI): Mencatatkan nilai jual bersih terbesar mencapai Rp 110,4 miliar.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Berada di posisi kedua dengan pelepasan aset senilai Rp 94,5 miliar.
- PT Astra International Tbk (ASII): Mengalami aksi jual bersih oleh investor asing sebesar Rp 42,6 miliar.
Pelepasan saham pada emiten ritel dan perbankan besar ini menjadi faktor penghambat meskipun indeks keseluruhan tetap mampu terbang tinggi.
Saham yang Diburu Investor Asing
Di tengah tren penjualan pada beberapa saham blue chip, investor asing masih menunjukkan minat pada sektor energi dan infrastruktur. Sejumlah emiten terpilih justru menjadi sasaran koleksi atau beli bersih oleh para pemodal luar negeri.
Berikut adalah rincian saham dengan nilai beli bersih (net buy) asing tertinggi:
| Kode Saham | Nama Emiten | Estimasi Nilai Beli Bersih |
|---|---|---|
| BRPT | PT Barito Pacific Tbk | Rp 70,7 miliar |
| BRMS | PT Bumi Resources Minerals Tbk | Rp 40,5 miliar |
| BBRI | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk | Rp 18,8 miliar |
| VKTR | PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk | Rp 18,4 miliar |
| TLKM | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk | Rp 15,1 miliar |
Data di atas memperlihatkan bahwa minat beli asing tersebar pada sektor energi terbarukan, pertambangan mineral, perbankan pelat merah, hingga teknologi transportasi. BRPT memimpin perolehan akumulasi asing di tengah volatilitas pasar hari ini.
Fenomena ini menunjukkan adanya rotasi sektor yang dilakukan oleh investor besar di bursa saham Tanah Air. IHSG yang sempat melesat tiba-tiba di akhir sesi memberikan optimisme baru bagi pelaku pasar untuk menghadapi hari berikutnya.