Proyek reaktor fusi nuklir asal China yang dikenal dengan sebutan "matahari buatan" atau Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) kembali menunjukkan kemajuan signifikan. Setelah berhasil menguasai teknologi inti secara mandiri, China kini menetapkan target besar untuk memproduksi listrik pertama dari energi fusi pada tahun 2030.
Ambisi tersebut diumumkan menyusul keberhasilan uji teknis dan uji beban penuh pada dua magnet superkonduktor utama. Komponen vital ini merupakan bagian dari reaktor fusi generasi terbaru yang tengah dikembangkan oleh Chinese Academy of Sciences (CAS).
Terobosan Teknologi dan Target Operasional
Keberhasilan uji coba magnet ini membuktikan bahwa China telah mampu melakukan lokalisasi teknologi secara penuh atau memproduksi seluruh komponen inti di dalam negeri. Reaktor fusi eksperimental dengan desain yang lebih ringkas ini ditargetkan selesai konstruksinya pada akhir tahun 2027.
Jika seluruh proses pengujian berjalan tanpa hambatan, fasilitas tersebut akan menjadi landasan utama bagi demonstrasi pembangkit listrik tenaga fusi pertama di China. Proyeksi ini menandai langkah besar menuju pemanfaatan energi bersih di masa depan.
Wakil Direktur Institute of Plasma Physics (ASIPP), Qin Jinggang, menjelaskan bahwa pengembangan magnet superkonduktor ini telah dimulai sejak enam tahun yang lalu. Fokus utama tim peneliti saat itu adalah meningkatkan performa perangkat sekaligus menekan biaya produksi secara signifikan.
Hasilnya, pada akhir Juni lalu, China mengumumkan bahwa dua komponen superkonduktor yang menjadi "jantung" reaktor telah rampung dikerjakan. Pencapaian ini sekaligus menandai tingkat lokalisasi teknologi yang sudah mencapai 100 persen.
Efisiensi Biaya dan Spesifikasi Komponen
Terobosan pada sektor magnet superkonduktor ini dianggap sebagai solusi atas salah satu tantangan teknis tersulit dalam mewujudkan pembangkit fusi komersial. Selain kemandirian rantai pasok, keunggulan lain yang dicapai adalah efisiensi biaya material yang sangat drastis.
Rincian efisiensi biaya dan dimensi magnet superkonduktor :| Kategori Informasi | Keterangan Detail |
|---|---|
| Harga Material Lama | Sekitar 400 yuan (Rp 1,05 juta) per meter |
| Harga Material Baru | Sekitar 100 yuan (Rp 265.000) per meter |
| Bentuk Komponen | Menyerupai huruf D |
| Dimensi Fisik | Panjang 21 meter, lebar 12 meter, tinggi 3,3 meter |
Penurunan harga material hingga seperempat dari harga semula menjadi faktor kunci dalam keberlanjutan proyek jangka panjang ini. Dengan dimensi yang sangat besar, magnet ini dirancang untuk menahan beban energi yang ekstrem di dalam reaktor.
Langkah China dalam memproduksi komponen ini secara mandiri tidak hanya mempercepat timeline proyek "matahari buatan". Hal ini juga memperkuat posisi China sebagai pemimpin dalam perlombaan teknologi energi nuklir di tingkat global.