Prediksi Argentina vs Swiss Piala Dunia 2026: Superkomputer Opta Ungkap Tim yang Lolos ke Semifinal

Prediksi Argentina vs Swiss Piala Dunia 2026: Superkomputer Opta Ungkap Tim yang Lolos ke Semifinal

Pertandingan seru antara Argentina melawan Swiss akan segera tersaji di babak perempat final Piala Dunia 2026. Laga krusial ini dijadwalkan berlangsung di Kansas City Stadium, Amerika Serikat, pada Minggu (12/7/2026) pukul 08.00 WIB.

Kedua tim datang dengan tren positif yang sangat meyakinkan. Argentina berambisi mempertahankan takhta juara dunia mereka, sementara Swiss bertekad mengukir sejarah baru dengan menapakkan kaki di semifinal untuk pertama kalinya.

Analisis Peluang Lewat Superkomputer Opta

Superkomputer milik Opta telah melakukan simulasi mendalam untuk memprediksi hasil akhir laga ini. Berdasarkan analisis data yang dipublikasikan oleh Opta Analyst, tim nasional Argentina jauh lebih diunggulkan dibandingkan lawannya.

Dalam 25.000 simulasi yang dilakukan, Argentina tercatat mampu memenangkan pertandingan dalam waktu normal 90 menit dengan peluang mencapai 57,1 persen. Di sisi lain, Swiss hanya memiliki persentase kemenangan sebesar 18,7 persen.

Ada pula kemungkinan pertandingan berakhir imbang dalam waktu normal sebesar 24,2 persen. Jika kondisi ini terjadi, laga terpaksa dilanjutkan melalui drama babak tambahan waktu atau adu penalti.

Berikut adalah ringkasan persentase peluang lolos berdasarkan hasil simulasi Opta:

Kondisi Kemenangan Argentina Swiss
Waktu Normal (90 Menit) 57,1% 18,7%
Total Peluang Lolos (Termasuk Adu Penalti) 69,4% 30,6%

Data di atas memperlihatkan bahwa Albiceleste tetap menjadi favorit kuat untuk melaju ke babak empat besar. Jika berhasil lolos, mereka akan menghadapi pemenang dari laga antara Inggris melawan Norwegia.

Perjalanan Menuju Perempat Final

Keunggulan Argentina dalam prediksi ini didasari oleh performa impresif tim besutan Lionel Scaloni sepanjang turnamen. Mereka berhasil menyapu bersih seluruh kemenangan di fase grup sebelum menghadapi tantangan berat di babak gugur.

Argentina sempat dipaksa bekerja keras saat menundukkan Cape Verde dengan skor 3-2 melalui perpanjangan waktu. Ketangguhan mental mereka kembali diuji saat berhadapan dengan Mesir di babak 16 besar.

Dalam laga melawan Mesir tersebut, Argentina sempat tertinggal dua gol sebelum akhirnya bangkit dan menang 3-2. Momen ini dianggap sebagai salah satu kebangkitan paling dramatis karena terjadi saat waktu normal hanya tersisa 12 menit.

Lionel Messi menjadi tokoh kunci dalam aksi heroik tersebut dengan menyumbangkan satu assist dan satu gol penyeimbang. Kemenangan Argentina kemudian dipastikan oleh gol telat dari Enzo Fernandez pada masa injury time.

Rekor dan Performa Lionel Messi

Meski usianya telah menginjak 39 tahun, Lionel Messi terus menunjukkan performa luar biasa di atas lapangan. Ia mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama yang selalu mencetak gol dalam enam laga fase gugur Piala Dunia secara beruntun.

Messi juga memperpanjang rekor dunianya dengan mencetak gol dalam sembilan pertandingan Piala Dunia yang berbeda. Hingga saat ini, koleksi delapan golnya merupakan jumlah terbanyak yang dicetak seorang pemain sebelum fase perempat final dimulai.

Namun, sang bintang juga sempat mengalami kegagalan saat mengeksekusi penalti dalam laga melawan Mesir dan Austria. Catatan minor ini membuatnya menjadi pemain pertama yang gagal mencetak dua gol penalti dalam satu edisi Piala Dunia.

Terlepas dari kegagalan penalti tersebut, kontribusi Messi tetap menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan Swiss. Fokus Argentina kini sepenuhnya tertuju pada laga di Kansas City guna mengamankan tiket menuju semifinal.

Artikel terkait