Uni Eropa melalui Komisi Eropa memberikan teguran keras kepada Meta terkait desain aplikasi Instagram dan Facebook yang dianggap terlalu adiktif. Meta dituduh melanggar Undang-Undang Layanan Digital atau Digital Services Act (DSA) karena fitur-fiturnya memicu penggunaan kompulsif.
Berdasarkan temuan awal regulator, desain platform di bawah naungan Meta tersebut secara sengaja dirancang untuk membuat pengguna sulit melepaskan diri dari layar ponsel. Hal ini memicu kekhawatiran serius mengenai dampaknya terhadap kesehatan mental masyarakat luas.
Dugaan Pelanggaran Meta Terhadap Regulasi Uni Eropa
Komisi Eropa telah menetapkan hasil penyelidikan sementara yang menunjukkan bahwa Meta berpotensi mengabaikan aturan keselamatan digital yang berlaku di wilayah tersebut. Peringatan serius ini kini sedang ditindaklanjuti dengan investigasi yang lebih mendalam.
Penyelidikan saat ini difokuskan pada beberapa aspek teknis dari aplikasi seluler milik perusahaan rintisan Mark Zuckerberg itu. Fokus utamanya adalah bagaimana interaksi dalam aplikasi dapat mempengaruhi psikologi pengguna secara terus-menerus.
Meskipun sedang dipojokkan, Meta masih diberikan kesempatan secara hukum untuk memberikan pembelaan diri atas temuan tersebut. Namun, proses ini tetap berjalan dengan pengawasan ketat dari otoritas berwenang.
Apabila tuduhan tersebut terbukti benar di meja hijau, Meta terancam dijatuhi hukuman denda yang sangat besar. Besaran denda tersebut akan dihitung berdasarkan tingkat keparahan dan durasi pelanggaran yang dilakukan.
Potensi Denda Fantastis dan Fitur yang Dipermasalahkan
Melansir laporan dari Apple Insider pada Minggu (12/7/2026), denda maksimal yang mungkin dijatuhkan mencapai angka 6 persen dari total pendapatan tahunan global Meta. Nilai ini tentu bukan angka yang kecil bagi raksasa teknologi dunia tersebut.
Mengingat pendapatan Meta pada tahun 2025 tercatat mencapai USD 200,97 miliar, maka denda yang harus dibayar bisa menembus angka USD 12,05 miliar. Nilai fantastis ini menjadi taruhan besar bagi masa depan bisnis Meta di Eropa.
Terdapat tiga fitur utama di Instagram dan Facebook yang dianggap oleh regulator sebagai penyebab utama kecanduan digital:
- Scroll Tanpa Batas (Infinite Scrolling): Fitur yang memungkinkan pengguna terus melihat konten baru tanpa ujung bawah halaman.
- Pemutaran Media Otomatis (Autoplay): Video yang langsung berputar tanpa diklik, sehingga menarik perhatian pengguna secara spontan.
- Notifikasi Push (Push Notifications): Pemberitahuan yang terus muncul untuk menarik pengguna agar kembali membuka aplikasi.
Regulator berargumen bahwa kombinasi dari ketiga fitur ini menjadi pemicu utama mengapa platform tersebut sangat adiktif. Dampak negatif ini dinilai paling berbahaya bagi anak-anak di bawah umur serta kelompok orang dewasa yang rentan.
Kritik Terhadap Efek Autopilot dan Lemahnya Sistem Kontrol
Desain aplikasi Meta yang membanjiri pengguna dengan konten tanpa henti mendapat kritik tajam dari berbagai pihak. Komisi Eropa menilai fitur gulir tanpa batas mematikan fungsi kontrol kesadaran pengguna.
Kondisi ini sering disebut sebagai mode "autopilot", di mana otak pengguna hanya terus mengonsumsi konten secara refleks. Kebiasaan ini pada akhirnya mengarah pada penggunaan kompulsif yang sulit dihentikan secara mandiri.
Lebih lanjut, pihak regulator juga menuding Meta tidak mempedulikan data internal perusahaan mengenai perilaku pengguna muda. Padahal, data tersebut menunjukkan banyak anak menghabiskan waktu terlalu lama di aplikasi, terutama pada malam hari.
Meta juga dinilai kurang responsif dalam menangani keterkaitan antara fitur aplikasi dengan gangguan kecanduan yang dialami pengguna. Hal ini memperkuat dugaan adanya pembiaran demi menjaga keterikatan pengguna pada platform.
Sistem Keamanan dan Perlindungan Anak yang Dinilai Gagal
Selama ini, Meta berdalih telah menyediakan fitur kontrol orang tua serta alat pembatas waktu layar bagi para penggunanya. Namun, argumen tersebut tampaknya tidak cukup kuat untuk meyakinkan regulator Uni Eropa.
Berdasarkan bukti yang dikantongi Komisi Eropa, terdapat beberapa kelemahan mendasar pada sistem keamanan yang disediakan Meta:
| Aspek Masalah | Temuan Komisi Eropa |
|---|---|
| Pembatas Waktu Layar | Sangat mudah dinonaktifkan atau diakali oleh anak-anak dengan pengetahuan dasar. |
| Kontrol Orang Tua | Sistem terlalu rumit dan membutuhkan keahlian teknis yang sulit dipahami orang tua awam. |
| Pengaturan Default | Fitur adiktif seperti autoplay aktif secara otomatis sejak pertama kali aplikasi digunakan. |
Tabel di atas merangkum poin-poin krusial yang menjadi dasar mengapa Uni Eropa menganggap Meta tidak serius dalam melindungi penggunanya. Sistem yang ada saat ini dianggap hanya formalitas belaka tanpa fungsi perlindungan yang nyata.
Komisi Eropa kini menuntut adanya perubahan radikal pada cara kerja platform milik Meta tersebut. Mereka mendesak agar fitur scroll tanpa batas dan pemutaran otomatis segera dimatikan secara default.
Selain itu, Meta diminta untuk membangun sistem manajemen waktu yang lebih transparan dan mudah digunakan oleh semua kalangan. Langkah ini dianggap perlu untuk mengembalikan kendali penggunaan aplikasi ke tangan pengguna, bukan algoritma.