PT Singaraja Putra Tbk (SINI) tengah bersiap menyambut jajaran pemegang saham baru setelah merampungkan rencana penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Emiten yang dikendalikan oleh Hapsoro dan kini merambah industri tambang batu bara ini menargetkan perolehan dana segar mencapai Rp3,61 triliun.
Perseroan berencana menawarkan sebanyak 721,5 juta lembar saham baru, yang setara dengan 60% dari total modal ditempatkan dan disetor perusahaan. Dalam aksi korporasi ini, SINI menerapkan rasio 2:3, di mana setiap pemilik dua saham lama berhak mendapatkan tiga HMETD untuk menebus saham baru.
Harga pelaksanaan saham baru tersebut dipatok pada level Rp5.000 per lembar. Nilai ini tercatat 42,5% lebih rendah dibandingkan harga pasar SINI pada penutupan sesi pertama perdagangan Senin (13/7) yang berada di posisi Rp7.125.
Struktur Kepemilikan dan Pengalihan Hak Investor
Saat ini, kendali SINI dipegang oleh tiga entitas utama, yakni PT Autum Prima Indonesia (API) dengan porsi 30%, Batubara Development Pte. Ltd. (BBD) sebesar 15,49%, dan Hapsoro sebesar 9%. Namun, peta kepemilikan ini akan berubah drastis setelah proses rights issue selesai dilakukan.
API hanya akan mengambil sebagian haknya senilai Rp300 miliar dan mengalihkan sisanya ke pihak lain. Sementara itu, BBD dan Hapsoro memilih untuk tidak mengeksekusi hak mereka sama sekali dan menyerahkan seluruh porsi HMETD kepada entitas berbeda.
BBD mengalihkan seluruh haknya kepada Ever Grace, sedangkan API menyerahkan sebagian hak kepada DIR senilai Rp41,03 miliar. DIR dan Ever Grace diketahui masih berada dalam naungan kelompok usaha yang sama dengan BBD.
Pasca aksi korporasi ini, DIR diproyeksikan bakal menggenggam 2,49% hingga 2,83% saham SINI. Di sisi lain, Ever Grace diperkirakan akan menguasai sekitar 7,48% hingga 8,49% kepemilikan di emiten tersebut.
Dukungan Konglomerat dan Perusahaan Sekuritas
Nama-nama besar seperti taipan Prajogo Pangestu dan Boy Thohir turut mewarnai daftar pembeli siaga dalam aksi korporasi besar ini. Melalui jaringan bisnisnya, mereka bersiap memperkuat struktur permodalan SINI untuk ekspansi di masa depan.
Daftar entitas yang terlibat sebagai pembeli siaga dan penerima pengalihan hak antara lain:
- PT Petrosea Tbk (PTRO): Anak usaha dari PT Kreasi Jasa Persada (KJP) milik Prajogo Pangestu ini akan menjadi pemegang saham signifikan.
- PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM): Perusahaan efek yang terafiliasi dengan Boy Thohir ini mengambil alih hak milik Hapsoro dan sebagian hak API.
- PT Henan Putihrai Sekuritas (HPS): Sekuritas ini turut bertindak sebagai pembeli siaga dengan mengambil porsi hak dari API.
PTRO dijadwalkan akan mengeluarkan dana hingga Rp721,14 miliar untuk mengeksekusi hak yang dialihkan oleh induknya, KJP, serta hak miliknya sendiri. Sebagai pembeli siaga, PTRO juga siap menyerap sisa saham yang tidak diambil investor lain hingga senilai Rp580,9 miliar.
Secara total, komitmen dana dari PTRO bisa mencapai Rp1,3 triliun, yang akan membuat kepemilikannya di SINI melonjak ke kisaran 21,76% hingga 24,67%. Sementara itu, TRIM dan HPS diprediksi masing-masing akan mengantongi kepemilikan antara 4,03% hingga 6,55%.
Tujuan Penggunaan Dana Rights Issue
Dana jumbo sebesar Rp3,6 triliun yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk mendukung langkah strategis perseroan. Salah satu agenda utamanya adalah melakukan akuisisi terhadap anak usaha PTRO, yakni PT Kemilau Mulia Sakti.
Rincian alokasi dana hasil penambahan modal tersebut mencakup beberapa poin berikut:
- Proses akuisisi perusahaan target untuk memperkuat lini bisnis tambang.
- Pelunasan sejumlah kewajiban utang perusahaan kepada kreditur.
- Pemberian pinjaman kepada anak usaha guna mendukung operasional.
- Pemenuhan kebutuhan modal kerja perseroan secara umum.
Berdasarkan jadwal yang tercantum dalam prospektus, periode perdagangan HMETD SINI akan dilangsungkan dalam waktu dekat. Investor dapat melakukan transaksi hak tersebut mulai tanggal 14 Juli hingga berakhir pada 20 Juli 2026 mendatang.
Ringkasan jadwal dan nilai pelaksanaan rights issue SINI:
| Detail Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Target Dana | Rp3,61 Triliun |
| Harga Pelaksanaan | Rp5.000 per saham |
| Rasio Saham | 2 Saham Lama : 3 Saham Baru |
| Periode Perdagangan | 14 - 20 Juli 2026 |
| Pembeli Siaga Utama | PTRO, TRIM, HPS |
Informasi dalam tabel di atas merangkum poin-poin krusial bagi para investor yang ingin berpartisipasi dalam aksi korporasi SINI. Dengan masuknya investor strategis, struktur permodalan perusahaan diharapkan menjadi lebih kokoh untuk menjalankan ekspansi bisnis di sektor energi.