Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) bergerak cepat merespons kegagalan di Piala Dunia 2026 dengan secara resmi menunjuk Jorge Jesus sebagai pelatih kepala baru. Keputusan ini diambil guna menggantikan posisi Roberto Martinez yang memilih mengundurkan diri setelah langkah Selecao das Quinas terhenti di babak 16 besar.
Kehadiran Jorge Jesus yang kini menginjak usia 71 tahun diharapkan mampu membawa angin segar dan mengembalikan martabat Portugal sebagai pesaing utama di kancah internasional. FPF menaruh harapan besar pada pengalaman luas sang pelatih untuk memperbaiki performa tim yang dalam beberapa tahun terakhir dianggap belum mampu memenuhi ekspektasi publik.
Langkah Portugal di Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Utara tersebut harus berakhir secara dramatis setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol. Gol tunggal yang dicetak oleh Mikel Merino pada masa tambahan waktu babak kedua menjadi faktor utama yang memupus ambisi Portugal untuk melaju lebih jauh di turnamen tersebut.
Kini, Jorge Jesus memikul tanggung jawab besar untuk merombak serta membangun kembali fondasi kekuatan tim nasional Portugal agar lebih solid di masa depan. Sebagai bentuk dukungan dan kepercayaan penuh, FPF memberikan kontrak kerja jangka panjang berdurasi empat tahun kepada pelatih kawakan yang memiliki rekam jejak mentereng ini.
Statistik Pencapaian Portugal di Piala Dunia
| Edisi Piala Dunia | Pencapaian Tertinggi | Keterangan |
|---|---|---|
| Piala Dunia 2006 | Peringkat Keempat | Diselenggarakan di Jerman |
| Piala Dunia 2022 | Perempat Final | Satu-satunya babak 8 besar dalam 5 edisi terakhir |
| Piala Dunia 2026 | Babak 16 Besar | Kalah dari Spanyol melalui gol Mikel Merino |
Keputusan FPF untuk merekrut Jorge Jesus didasari oleh tren negatif tim nasional yang kesulitan bersaing di level tertinggi sepak bola dunia selama beberapa periode terakhir. Sejak berhasil menempati posisi keempat pada Piala Dunia 2006 di Jerman, Portugal tercatat hanya mampu sekali menembus babak perempat final, yakni pada edisi 2022 lalu.
Ketidakmampuan memenuhi ekspektasi pada Piala Dunia 2026 menjadi titik balik bagi federasi untuk segera mengakhiri era kepemimpinan Roberto Martinez yang sudah berjalan selama tiga tahun. Sebagai suksesor, pilihan jatuh kepada Jorge Jesus yang dianggap memiliki kedekatan khusus dengan Cristiano Ronaldo karena pernah bekerja sama saat membela klub Al-Nassr.
Berdasarkan kesepakatan kontrak yang baru ditandatangani, Jorge Jesus dijadwalkan akan memimpin skuad Portugal hingga empat tahun ke depan demi mencapai target-target ambisius. Durasi kontrak tersebut mencakup kepemimpinan tim pada ajang Euro 2028 di Inggris Raya dan Republik Irlandia, serta puncaknya pada gelaran Piala Dunia 2030 mendatang.
Perlu dicatat bahwa Piala Dunia 2030 akan menjadi momen istimewa karena Portugal bertindak sebagai salah satu tuan rumah bersama Spanyol dan Maroko. Jorge Jesus dikenal sebagai pelatih dengan reputasi luar biasa di Portugal, terutama lewat dedikasinya selama hampir tiga dekade yang membuahkan 10 trofi bergengsi saat melatih Benfica.
Selain kesuksesan domestik seperti tiga gelar Liga Portugal, ia juga memiliki pengalaman internasional yang sangat mumpuni dengan membawa Benfica menjadi runner-up Liga Europa sebanyak dua kali. Kariernya di luar negeri pun tak kalah gemilang saat ia berhasil menjuarai Copa Libertadores bersama Flamengo dan menangani klub papan atas Turki, Fenerbahce.
Prestasi terbaru Jesus adalah membawa Al-Nassr meraih gelar juara Liga Pro Arab Saudi musim 2025/2026, yang sekaligus mengakhiri dahaga gelar liga bagi klub tersebut sejak kedatangan Ronaldo. Keberhasilan membawa Al-Nassr ke puncak kejayaan inilah yang menjadi pertimbangan utama FPF dalam mempercayakan kursi kepelatihan tim nasional kepada sosok ahli taktik tersebut.
Sejumlah laporan media lokal di Portugal mengindikasikan bahwa Jorge Jesus masih berencana untuk menyertakan Cristiano Ronaldo sebagai pilar penting dalam skema permainan tim nasional. Meskipun masa depan pemain berusia 41 tahun tersebut sempat menjadi spekulasi, Jesus percaya bahwa faktor kepemimpinan dan pengalaman sang megabintang masih sangat krusial bagi tim.