Kemenangan dramatis tim nasional Argentina atas Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 menyisakan perdebatan hangat. Keputusan wasit Joao Pinheiro menjadi sorotan utama setelah Lautaro Martinez lolos dari sanksi kartu kuning kedua.
Insiden ini terjadi saat penyerang berjuluk El Toro tersebut merayakan gol penutup yang memastikan keunggulan Argentina pada Minggu (12/7/2026) pagi WIB. Kemenangan ini sekaligus mengunci tiket semifinal bagi tim asuhan Lionel Scaloni.
Jalannya Pertandingan dan Gol Penentu
Argentina membuka keunggulan lebih awal melalui gol Alexis Mac Allister pada menit ke-10. Namun, Swiss mampu memberikan perlawanan sengit dan menyamakan kedudukan lewat aksi Dan Ndoye di babak kedua.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir, namun situasi berbalik menguntungkan Argentina setelah pemain Swiss, Breel Embolo, diganjar kartu merah. Unggul jumlah pemain, Argentina tampil dominan di babak tambahan waktu.
Julian Alvarez membawa Albiceleste kembali memimpin sebelum akhirnya Lautaro Martinez mengunci skor menjadi 3-1. Hasil ini memastikan Argentina akan menantang Inggris di babak semifinal Piala Dunia 2026.
Kontroversi Selebrasi Lautaro Martinez
Sorotan publik tertuju pada momen setelah Lautaro mencetak gol ketiganya. Pemain berusia 28 tahun itu melompati papan iklan untuk merayakan gol bersama para pendukung setianya di tribune stadion.
Aksi ini memicu tanda tanya besar karena Lautaro sebelumnya telah menerima satu kartu kuning. Jika wasit memberikan kartu kuning kedua, sang striker dipastikan absen dalam laga krusial melawan Inggris di semifinal.
Berdasarkan pedoman Laws of the Game dari IFAB, wasit memiliki wewenang untuk memberi sanksi atas selebrasi yang melanggar aturan. Meski demikian, Joao Pinheiro memilih untuk tidak memberikan kartu kuning tambahan kepada Lautaro.
Aturan tersebut menyatakan bahwa keluar dari lapangan untuk merayakan gol tidak selalu berujung kartu kuning. Hal ini diperbolehkan selama pemain segera kembali ke area permainan dan tidak melakukan tindakan berbahaya.
Ketentuan Kartu Kuning dalam Selebrasi Gol
Berikut adalah beberapa tindakan dalam selebrasi gol yang wajib diganjar kartu kuning menurut aturan resmi IFAB:
- Melepaskan baju atau menutup bagian kepala dengan baju saat merayakan gol.
- Memanjat pagar pembatas atau mendekati penonton dengan cara yang berisiko mengganggu keamanan dan keselamatan.
- Melakukan tindakan yang bersifat provokatif, mengejek, atau menghasut emosi pihak lawan.
- Menutupi bagian wajah atau kepala menggunakan masker maupun benda serupa lainnya.
Daftar aturan di atas menjadi acuan bagi wasit dalam menilai apakah sebuah selebrasi layak mendapatkan peringatan disiplin. Dalam kasus Lautaro, wasit menilai tindakannya tidak termasuk dalam kategori pelanggaran berat tersebut.
Respons Publik dan Jadwal Semifinal
Keputusan wasit Joao Pinheiro langsung memicu reaksi beragam di jagat media sosial. Sebagian netizen berpendapat bahwa aksi memanjat pembatas yang dilakukan Lautaro seharusnya sudah cukup untuk hukuman kartu kuning kedua.
Namun, pihak lain membela keputusan wasit karena menganggap selebrasi tersebut masih dalam batas wajar. Tindakan Lautaro dinilai tidak provokatif dan tidak mengancam keamanan penonton di stadion.
Terlepas dari kontroversi yang ada, Argentina tetap melaju ke fase empat besar untuk menghadapi rival lama mereka, Inggris. Sementara itu, bagan semifinal lainnya akan mempertemukan dua raksasa Eropa, yakni Perancis melawan Spanyol.
Pertandingan semifinal ini diprediksi akan berjalan sangat sengit mengingat sejarah rivalitas panjang antar tim. Publik kini menanti apakah performa apik Argentina bisa terus berlanjut hingga ke babak final.