Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Belgia di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, pada Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB berakhir imbang 1-1 pada babak pertama. Fabian Ruiz berhasil membawa Spanyol unggul lebih dulu lewat golnya di menit ke-30, namun Belgia mampu menyamakan kedudukan melalui aksi Charles De Ketelaere pada menit ke-41.
Pertemuan di fase gugur ini merupakan duel ketiga kalinya bagi kedua negara di ajang Piala Dunia sejak edisi tahun 1986 silam. Spanyol sendiri memegang catatan impresif dengan tidak terkalahkan dalam 11 laga terakhir kontra Belgia di berbagai ajang, termasuk memenangkan sembilan pertandingan di antaranya.
Dominasi Statistik dan Performa Tim
Laga ini menjadi tantangan yang sangat berat bagi skuad Belgia karena mereka jarang menghadapi lawan dengan kualitas tim papan atas selevel Spanyol sepanjang turnamen. Berdasarkan data statistik dari Fotmob, La Roja mendominasi jalannya permainan dengan penguasaan bola mencapai 62 persen berbanding 38 persen milik tim lawan.
| Statistik Pertandingan | Spanyol | Belgia |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 62% | 38% |
| Total Tendangan | 9 | 2 |
| Skor Babak Pertama | 1 | 1 |
Selain unggul dalam penguasaan bola, Spanyol juga tampil lebih agresif dengan melepaskan sembilan kali tembakan, sementara Belgia hanya mampu melakukan dua kali percobaan serangan. Sebelum pertandingan ini dimulai, La Roja memiliki catatan pertahanan yang sangat luar biasa dengan rekor 609 menit tanpa kebobolan di sepanjang turnamen Piala Dunia.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Status Spanyol sebagai satu-satunya kontestan yang belum pernah kebobolan membuat pertandingan berjalan sangat sengit sejak awal, meskipun Lamine Yamal dan kawan-kawan tetap memegang kendali bola. Skuad asuhan Luis de la Fuente terus berusaha membangun peluang berbahaya, namun barisan pertahanan Belgia tampil sangat disiplin dalam mematahkan setiap serangan.
Walaupun dominan dalam mengalirkan bola, para pemain Spanyol sempat terlihat kesulitan untuk mengarahkan tendangan tepat ke sasaran hingga memasuki waktu jeda minum. Ketangguhan lini belakang Belgia benar-benar diuji dalam menghadapi gempuran bertubi-tubi yang dilancarkan oleh para pemain kreatif dari tim matador tersebut.
Sosok Charles De Ketelaere menjadi perhatian setelah ia terlihat saat waktu istirahat pada laga sebelumnya melawan Amerika Serikat di babak 16 besar sebelum akhirnya mencetak gol krusial malam ini. Sesaat setelah periode jeda minum berakhir, para pemain Spanyol segera meningkatkan intensitas serangan demi mencari gol pembuka untuk mengamankan keunggulan mereka.
Gol dari Fabian Ruiz akhirnya sempat membawa angin segar bagi Spanyol, namun sekaligus menandai berakhirnya catatan clean sheet panjang yang mereka banggakan selama ini. Pertandingan tetap berlangsung dalam tempo tinggi seiring upaya Belgia untuk tetap memberikan perlawanan meski terus ditekan oleh dominasi permainan lawan di sisa waktu babak pertama.