HNW Dorong Jakarta Jadi Kota Halal Global Terbaru 2026 Simak Strateginya Di Sini

HNW Dorong Jakarta Jadi Kota Halal Global Terbaru 2026 Simak Strateginya Di Sini

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid yang akrab disapa HNW, mengajak Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) DKI Jakarta untuk berperan aktif. Ia mendorong organisasi tersebut mengambil langkah strategis dalam menyambut usia Jakarta yang memasuki lima abad.

HNW mengusulkan agar BKPRMI turut mengampanyekan visi Jakarta sebagai Kota Global yang memiliki kebudayaan halal. Langkah ini dinilai sangat penting untuk memperkuat identitas ibu kota di tengah persaingan internasional.

Memperkuat Identitas Historis Jakarta

Menurut HNW, penguatan identitas halal sangat selaras dengan karakter sejarah yang dimiliki Jakarta. Pengembangan industri halal juga dipandang sebagai peluang besar untuk mendongkrak ekonomi sekaligus menjaga jati diri kota.

Gagasan tersebut ia sampaikan saat membuka Musyawarah Wilayah (Musywil) XIII BKPRMI DKI Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Umum DPP BKPRMI Nanang Mubarok dan Ketua Umum DPW BKPRMI DKI Jakarta Nanang Jahidin.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Biro Dikmental Setda Provinsi DKI Jakarta Fajar Eko Satriyo. Rangkaian acara Musywil ini juga mencakup Sosialisasi Sertifikasi Halal yang dihadiri oleh Kabag TU Pimpinan BPJPH, M. Tajussalatin.

HNW menegaskan bahwa saat ini Jakarta sudah mengusung visi sebagai kota global yang berkebudayaan. Penambahan aspek "Kota Halal Global" dianggap akan memberikan nilai positif yang jauh lebih kuat bagi kemajuan daerah.

Ia menjelaskan bahwa Jakarta memiliki akar sejarah kehalalan yang sangat mendalam. Nama Jakarta sendiri berasal dari Jayakarta, yang merujuk pada ayat Al-Qur'an mengenai kemenangan nyata atau "Inna Fatahna Laka Fathan Mubina".

Semangat kemenangan tersebut seharusnya diaktualisasikan dalam bentuk kemandirian dan kemakmuran masyarakat. Dengan begitu, budaya Jakarta tetap berpijak pada sejarah dan orientasi halal tanpa kehilangan relevansinya sebagai kota modern.

Potensi Besar Masjid di Jakarta

HNW menilai BKPRMI memiliki posisi yang sangat strategis untuk membantu mewujudkan cita-cita besar tersebut. Apalagi, infrastruktur keagamaan di wilayah DKI Jakarta sudah sangat memadai dan tersebar luas.

Berikut adalah rincian potensi sarana keagamaan dan sumber daya manusia di DKI Jakarta yang dapat dimaksimalkan:

  • Terdapat sekitar 3.798 bangunan masjid yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.
  • Tersedia 4.057 musala yang aktif digunakan sebagai sarana ibadah masyarakat.
  • Adanya 4.955 majelis taklim sebagai wadah pembinaan mental dan spiritual.
  • Populasi penduduk berusia 15 hingga 39 tahun mencapai angka sekitar empat juta jiwa.

Data tersebut menunjukkan adanya potensi luar biasa untuk gerakan dakwah serta pemberdayaan generasi muda. Hal ini sejalan dengan berbagai program kerja yang akan dilaksanakan oleh BKPRMI di masa mendatang.

Tiga Agenda Strategis untuk BKPRMI

Dalam pandangan HNW, ada tiga fokus utama yang harus menjadi perhatian pengurus BKPRMI periode berikutnya. Agenda pertama adalah fokus pada upaya menjadikan Jakarta sebagai pusat halal dunia atau Kota Halal Global.

Agenda kedua berkaitan dengan perlindungan generasi muda, terutama Gen Z dan milenial. HNW menekankan pentingnya mendekatkan mereka kembali ke lingkungan masjid agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif zaman.

Ia mengungkapkan kekhawatiran atas maraknya judi online, kekerasan seksual, hingga tawuran di kalangan pemuda. Selain itu, ancaman narkoba, LGBT, dan kecanduan digital menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi.

HNW menegaskan bahwa masjid harus bertransformasi menjadi pusat pembinaan karakter bagi generasi penerus. Melalui gerakan remaja masjid, diharapkan lahir generasi dengan akhlak mulia sebagai modal menuju Indonesia Emas 2045.

Agenda ketiga yang tidak kalah penting adalah program pemberantasan buta huruf Al-Qur'an di tengah masyarakat. HNW menyoroti hasil riset tahun 2023 yang menunjukkan angka buta aksara Al-Qur'an nasional masih sangat tinggi.

Rangkuman data terkait tingkat literasi Al-Qur'an berdasarkan riset tahun 2023:

Kategori Riset Hasil Temuan
Lembaga Riset Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta
Angka Buta Huruf Al-Qur'an 72,25 Persen secara nasional
Target Penanganan Generasi Milenial dan Gen Z Jakarta

Data di atas menjadi pekerjaan rumah bersama bagi seluruh pihak, terutama pengurus BKPRMI DKI Jakarta. HNW menyarankan agar segera dilakukan survei khusus untuk memetakan tingkat buta huruf Al-Qur'an di wilayah ibu kota.

Pemetaan yang akurat akan mempermudah Pemerintah Provinsi Jakarta maupun Kementerian Agama dalam menyusun kebijakan. Tanpa data yang benar, upaya membangun generasi berkualitas atau "khaira ummah" akan sulit tercapai secara maksimal.

HNW berharap Musywil XIII ini dapat melahirkan kepengurusan solid yang mampu menghidupkan kembali fungsi masjid. Masjid tidak hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan pemberdayaan umat yang melahirkan gagasan besar.

Sebagai penutup, ia meyakini bahwa jika remaja masjid aktif bergerak, maka Jakarta akan menjadi lebih berkah. Kemajuan ekonomi yang selaras dengan kemajuan akhlak akan menjadikan Jakarta sebagai kota global yang benar-benar beradab.

Artikel terkait