Hari pertama masuk sekolah di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, berubah menjadi mencekam akibat adanya ancaman bom. Teror tersebut dikirimkan melalui pesan singkat WhatsApp tepat saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sedang berlangsung.
Pihak sekolah segera mengambil tindakan tegas dengan membubarkan seluruh aktivitas belajar mengajar demi keselamatan siswa. Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk menangani situasi darurat tersebut.
Proses Evakuasi dan Penanganan Keamanan
Kepanikan sempat melanda lingkungan sekolah, terutama di kalangan orang tua siswa yang mengantar anak-anak mereka di hari pertama sekolah. Polisi berupaya menenangkan para orang tua sambil memberikan penjelasan mengenai langkah pengamanan yang sedang dilakukan.
Sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing, para siswa sempat dikumpulkan di lapangan sekolah untuk mendapatkan arahan. Saat ini, seluruh murid dilaporkan telah kembali ke rumah dan area sekolah dikosongkan untuk keperluan sterilisasi.
Rincian keterlibatan pihak berwenang dalam penanganan ancaman tersebut:
- Tim Gegana dikerahkan untuk melakukan penyisiran menyeluruh di setiap sudut gedung sekolah.
- Densus 88 Antiteror turut diterjunkan guna melacak sumber ancaman dan memastikan keamanan lokasi.
- Unsur pimpinan daerah seperti Camat dan Lurah hadir di lokasi untuk memantau proses evakuasi.
- Personel Polsek Jagakarsa bersiaga mengamankan area luar dan menenangkan warga sekitar.
Seluruh elemen keamanan bekerja sama secara intensif untuk memastikan tidak ada risiko fisik yang tertinggal di area pendidikan tersebut.
Kronologi dan Hasil Pemeriksaan Lokasi
Ancaman teror ini pertama kali diketahui sekitar pukul 07.30 WIB melalui pesan pribadi yang dikirimkan kepada guru dan staf tata usaha. Pesan tersebut diterima saat para siswa dan tenaga pendidik tengah melaksanakan upacara bendera pembukaan tahun ajaran baru.
Setelah mendapatkan laporan, tim penjinak bom langsung menyisir setiap ruang kelas dan fasilitas sekolah lainnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam oleh Tim Gegana, tidak ditemukan adanya benda mencurigakan atau bom di lokasi tersebut.
Informasi terkait insiden ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi:
| Aspek Informasi | Keterangan Detail |
|---|---|
| Waktu Laporan | Senin, 13 Juli 2026 pukul 07.30 WIB |
| Metode Ancaman | Pesan singkat melalui WhatsApp |
| Target Penerima | Guru dan Petugas Tata Usaha (TU) |
| Hasil Penyisiran | Nihil (Tidak ditemukan benda berbahaya) |
Meskipun hasil penyisiran dinyatakan nihil, pihak kepolisian masih melakukan penjagaan dan pemantauan di sekitar lokasi. Langkah ini diambil untuk memastikan situasi benar-benar kondusif sebelum aktivitas sekolah kembali normal.