SDN Pocin 1 Dibongkar demi Rumah Kreatif 15 Miliar, Warga Soroti Urgensinya Terungkap

SDN Pocin 1 Dibongkar demi Rumah Kreatif 15 Miliar, Warga Soroti Urgensinya Terungkap

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok secara resmi memulai proses pembongkaran gedung lama Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Cina 1 yang terletak di kawasan Jalan Margonda Raya, Jawa Barat. Langkah ini memicu kekecewaan di kalangan warga setempat yang menyaksikan bangunan bersejarah tersebut diratakan.

Salah satu warga Depok yang mengungkapkan rasa sedihnya adalah Agus Dowan, seorang pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai pengemudi ojek online. Ia menilai tindakan pemerintah daerah menghancurkan sekolah tersebut sangat disayangkan dan mengecewakan bagi masyarakat sekitar.

Agus menyoroti nilai historis bangunan tersebut karena SDN Pondok Cina 1 tercatat sudah melayani pendidikan masyarakat sejak tahun 1960-an. Menurutnya, keputusan mengalihfungsikan lahan sekolah menjadi Rumah Kreatif Anak Istimewa bukanlah sebuah kebijakan yang bijaksana.

Ia kemudian mendesak pihak Pemkot Depok agar memberikan transparansi yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai urgensi proyek baru ini. Agus juga mempertanyakan efektivitas anggaran yang sangat besar untuk pembangunan fasilitas baru di lahan bekas sekolah tersebut.

Rincian mengenai kekecewaan dan keraguan warga terhadap proyek tersebut adalah:

  • Nilai sejarah sekolah yang sudah berdiri sejak tahun 1960 dan memiliki sangat banyak alumni lintas generasi.
  • Kurangnya kejelasan visi dan misi dari perubahan fungsi lahan dari institusi pendidikan umum menjadi fasilitas khusus difabel.
  • Kekhawatiran warga bahwa proyek ini hanya bertujuan untuk penyerapan anggaran semata melalui proses tender.
  • Ketidakpastian mengenai status kepemilikan tanah yang kabarnya merupakan lahan wakaf dari warga terdahulu.

Agus menekankan bahwa identitas SDN Pondok Cina 1 sudah sangat melekat kuat di hati warga setempat karena usianya yang sudah puluhan tahun. "Sangat disesali sekali, sebenarnya dia membangun ini tujuannya untuk apa?" tanya Agus dengan nada penuh kebingungan.

Lebih lanjut, ia merasa khawatir jika masyarakat nantinya justru berasumsi negatif bahwa proyek ini hanyalah strategi untuk mencairkan anggaran tertentu. Ia mempertanyakan alasan mengapa sekolah dilarang beroperasi di sana namun kini justru dibangun fasilitas bagi anak difabel.

Terkait status lahan, Agus juga menyinggung isu yang beredar bahwa lokasi tersebut merupakan tanah wakaf dari warga pada masa lampau. Ia menuntut bukti autentik dari pemerintah daerah mengenai penyelesaian pembayaran atau ganti rugi tanah tersebut kepada ahli waris.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa bertindak sewenang-wenang tanpa menunjukkan bukti dokumen pembayaran yang sah kepada publik. "Kalau ternyata ada warga yang merasa tanah wakafnya belum dibayar, bagaimana tanggung jawabnya?" imbuh Agus mempertegas argumennya.

Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi pada Senin, 13 Juli 2026, pengerjaan pembongkaran gedung sekolah di Jalan Margonda tersebut masih terus berlangsung. Sebagian besar struktur bangunan sekolah bahkan dilaporkan sudah rata dengan tanah akibat diterjang alat berat.

Para pekerja bangunan terlihat sibuk mengangkut material dan puing-puing sisa konstruksi yang berserakan di area proyek. Sejumlah armada mobil pikap juga tampak keluar masuk area tersebut untuk membawa reruntuhan bangunan lama SDN Pondok Cina 1.

Saat ini, area depan sekolah sudah tidak menyisakan bangunan lagi kecuali sebuah gapura lama yang bertuliskan selamat datang bagi para siswa. Seluruh kawasan pembangunan tersebut kini telah ditutup menggunakan pagar seng yang cukup rapat demi keamanan pengerjaan.

Di sekitar area pagar, terdapat sebuah papan informasi proyek yang memberikan rincian mendalam mengenai rencana pembangunan di lokasi tersebut. Papan itu menyebutkan bahwa pemerintah tengah melaksanakan pembangunan dan penataan lingkungan untuk Rumah Kreatif Anak Istimewa.

Berikut adalah detail data proyek yang tercantum pada papan informasi pembangunan tersebut:

Kategori Informasi Detail Proyek
Nama Proyek Rumah Kreatif Anak Istimewa
Sumber Dana APBD Kota Depok
Total Anggaran Rp 15,7 Miliar
Target Pengerjaan 165 Hari Kalender
Lokasi Eks SDN Pondok Cina 1, Jalan Margonda

Data tersebut menunjukkan bahwa proyek ambisius ini memakan biaya yang tidak sedikit dan ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari enam bulan. Meskipun data sudah dipaparkan, masyarakat tetap menaruh perhatian besar pada efektivitas dan kebermanfaatan fasilitas baru tersebut nantinya.

Rekam Jejak Polemik Panjang SDN Pocin 1

Konflik mengenai lahan SDN Pondok Cina 1 sebenarnya bukanlah hal baru karena polemik ini sudah mencuat sejak tahun 2022 yang lalu. Awalnya, Pemkot Depok berencana membongkar sekolah ini untuk mendirikan bangunan Masjid Raya Depok yang megah di lokasi strategis tersebut.

Rencana pembangunan masjid tersebut langsung memicu gelombang protes yang sangat masif dari para orang tua murid yang bersekolah di sana. Mereka merasa khawatir pendidikan anak-anak mereka akan terganggu jika sekolah tersebut dipindahkan secara tiba-tiba tanpa persiapan yang matang.

Para orang tua tidak tinggal diam dan memilih jalur hukum dengan menggugat Wali Kota Depok saat itu, Mohammad Idris. Gugatan tersebut sempat didaftarkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) baik di Bandung maupun di Jakarta untuk memperjuangkan hak sekolah.

Namun, perjuangan melalui jalur hukum tersebut harus berakhir pahit karena gugatan para orang tua murid dinyatakan kandas di pengadilan. Meski kalah di persidangan, kelompok wali murid tetap melakukan berbagai upaya lainnya untuk menyuarakan ketidakadilan yang mereka rasakan.

Selain menempuh jalur pengadilan, mereka juga sempat mengadukan permasalahan ini kepada kepolisian, Ombudsman, hingga Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Tekanan yang besar dari publik akhirnya membuat Pemkot Depok mengambil beberapa langkah kompromi pada saat itu.

Seluruh aktivitas belajar mengajar di SDN Pondok Cina 1 akhirnya dipindahkan secara permanen ke gedung SDN Pondok Cina 5. Secara administratif, gedung SDN Pondok Cina 5 kini telah berganti nama menjadi SDN Pondok Cina 1 untuk menampung seluruh siswa.

Sementara itu, gedung lama sekolah yang berada di Jalan Margonda sempat terbengkalai tanpa kepastian setelah rencana pembangunan masjid raya dibatalkan. Kondisi gedung yang kosong dan tidak terawat sempat menjadi sorotan warga selama beberapa waktu lamanya.

Setelah situasi sempat mereda, Wali Kota Depok saat ini, Supian Suri, memutuskan untuk menggunakan lahan tersebut untuk program baru. Ia menetapkan bahwa lahan strategis tersebut akan dialihfungsikan menjadi Rumah Kreatif bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus atau difabel.

Langkah renovasi dan pembongkaran yang berlangsung hari ini merupakan bagian dari realisasi keputusan pemerintah daerah tersebut. Meskipun tujuannya terdengar mulia, bayang-bayang sejarah panjang dan kritik warga terkait transparansi anggaran masih terus menyertai proyek ini.

Artikel terkait