Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan sesi pertama dengan performa positif pada Jumat (10/7). Indeks tercatat menguat tipis sebesar 0,10 persen atau setara 6,03 poin ke posisi 5.918,47.
Pergerakan indeks sempat mengalami tekanan hingga menyentuh level terendah di angka 5.905,14 sebelum akhirnya kembali bangkit. Dinamika pasar menunjukkan 328 saham berhasil menghijau, sementara 272 saham terkoreksi dan 192 lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Aktivitas perdagangan di bursa saham tercatat cukup aktif dengan total nilai transaksi mencapai Rp4,71 triliun. Mayoritas perputaran modal terjadi di pasar reguler sebesar Rp4,31 triliun, sedangkan pasar negosiasi menyumbang sekitar Rp393 miliar.
Sektor Properti Jadi Penopang Utama
Kenaikan IHSG pada tengah hari ini didorong oleh penguatan signifikan di sejumlah sektor, terutama properti dan transportasi. Sektor properti tampil sebagai primadona dengan mencatatkan pertumbuhan indeks sebesar 1,22 persen.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa sektor lain yang justru mengalami tren penurunan. Sektor keuangan, industri, dan kesehatan terpantau melemah sehingga menahan laju penguatan indeks yang lebih tinggi.
Di sisi lain, investor asing terlihat cenderung melakukan aksi lepas saham meskipun indeks ditutup menguat. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas Digital, total aksi jual bersih (net sell) oleh pemodal asing mencapai Rp290,36 miliar.
Rincian Aktivitas Investor Asing
Saham-saham perbankan raksasa menjadi target utama penjualan oleh investor mancanegara sepanjang sesi pertama. Berikut adalah daftar saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing :
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Nilai penjualan bersih mencapai Rp85,28 miliar.
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Mencatat net sell sebesar Rp74,68 miliar.
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Investor asing melepas saham senilai Rp57,66 miliar.
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Terjadi aksi jual bersih senilai Rp36,00 miliar.
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Mencatatkan net foreign sell sebesar Rp32,43 miliar.
Data di atas memperlihatkan bahwa tekanan jual asing terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar dan sektor energi. Meski demikian, terdapat beberapa emiten yang justru menjadi incaran koleksi investor luar negeri.
Daftar lima saham dengan pembelian bersih asing tertinggi pada sesi pertama :
| Emiten | Nilai Net Foreign Buy (Rp) |
|---|---|
| PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) | 25,60 Miliar |
| PT Elnusa Tbk (ELSA) | 18,43 Miliar |
| PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) | 16,43 Miliar |
| PT Timah Tbk (TINS) | 13,66 Miliar |
| PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) | 13,57 Miliar |
Saham-saham di sektor komoditas dan konsumsi tampaknya masih memiliki daya tarik tersendiri bagi investor global. Hal ini terlihat dari masuknya modal asing ke emiten seperti ADRO dan INDF di tengah fluktuasi pasar.
Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia masih menunjukkan ketahanan meskipun dibayangi aksi jual pada saham perbankan. Para pelaku pasar kini menanti arah pergerakan indeks pada pembukaan sesi kedua mendatang.