Laba ASABRI Tumbuh Pesat 158 Persen di 2025 Ternyata Asetnya Kini Tembus Rp55 Triliun

Laba ASABRI Tumbuh Pesat 158 Persen di 2025 Ternyata Asetnya Kini Tembus Rp55 Triliun

PT ASABRI (Persero) melaporkan pencapaian finansial yang sangat positif sepanjang tahun buku 2025 dengan kenaikan laba bersih yang signifikan. Perusahaan asuransi sosial bagi TNI dan Polri ini berhasil mencatatkan keuntungan sebesar Rp713,72 miliar.

Angka ini menunjukkan lonjakan drastis sebesar 158 persen jika dibandingkan dengan laba tahun sebelumnya yang berada di angka Rp275,60 miliar. Direktur Utama ASABRI, Jeffry Haryadi P. Manullang, memaparkan data tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI.

Selain laba bersih, Jeffry juga menyoroti kenaikan pada laba komprehensif perusahaan yang mencapai Rp529,94 miliar. Nilai ini tumbuh pesat hingga 222,02 persen dibandingkan periode tahun lalu yang hanya sebesar Rp164,57 miliar.

Pemicu Pertumbuhan Kinerja Investasi

Peningkatan laba yang cukup fantastis ini tidak lepas dari kondisi pasar modal yang mendukung serta strategi investasi yang efektif. Jeffry menjelaskan bahwa hasil investasi yang kompetitif menjadi salah satu kontributor utama dalam mendongkrak performa keuangan perseroan.

Selain faktor pasar, penerapan standar akuntansi PSAK 109 juga turut memberikan pengaruh positif terhadap pembukuan perusahaan. Meski demikian, kinerja investasi dan situasi pasar modal tetap menjadi dominasi utama di balik penguatan finansial ini.

Seiring dengan profitabilitas yang membaik, total aset ASABRI pun ikut merangkak naik hingga menyentuh angka Rp55,97 triliun. Pertumbuhan aset tersebut tercatat sebesar 12,23 persen jika dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun sebelumnya.

Kondisi ekuitas perusahaan juga menunjukkan tren perbaikan dengan penyusutan defisit yang cukup berarti. Defisit ekuitas yang semula tercatat minus Rp894 miliar, kini berhasil ditekan hingga menjadi minus Rp363 miliar pada akhir 2025.

Indikator Kesehatan Keuangan dan Investasi

Berikut adalah ringkasan data pertumbuhan kinerja keuangan PT ASABRI pada tahun 2025:

Indikator Keuangan Capaian Tahun 2025 Pertumbuhan (%)
Laba Bersih Rp713,72 Miliar 158%
Total Aset Rp55,97 Triliun 12,23%
Tingkat Solvabilitas 321% 157%
Hasil Investasi Bersih Rp985 Miliar 56,82%

Data di atas menunjukkan bahwa tingkat solvabilitas atau kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya meningkat pesat. Dari sisi operasional investasi, yield on investment juga naik menjadi 7,43 persen dari posisi sebelumnya 4,94 persen.

Tantangan Program Tabungan Hari Tua

Meskipun secara keseluruhan mencatatkan rapor hijau, ASABRI masih menghadapi tantangan besar pada program Tabungan Hari Tua (THT). Jeffry mengungkapkan bahwa rasio klaim pada program ini masih berada di atas angka 100 persen.

Sepanjang tahun 2025, total klaim yang dibayarkan untuk THT mencapai Rp1,5 triliun, sementara pendapatan premi hanya Rp1,3 triliun. Hal ini menyebabkan rasio klaim membengkak ke angka 115,65 persen dan membebani margin perusahaan.

Kondisi beban yang lebih tinggi daripada pendapatan asuransi ini juga berdampak pada underwriting margin ratio. Rasio margin tersebut tercatat masih berada di posisi negatif, yakni minus 43,57 persen.

Statistik Klaim dan Pertumbuhan Peserta

Rincian pembayaran klaim yang dilakukan ASABRI sepanjang tahun 2025 mencakup beberapa kategori:

    Program THT: Dibayarkan untuk sekitar 56.000 klaim peserta. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): Mencakup sekitar 4.500 klaim. Jaminan Kematian (JKM): Melayani pembayaran untuk 8.400 klaim.

Secara total, ASABRI telah memproses dan membayarkan sebanyak 69.749 klaim kepada para pesertanya selama satu tahun penuh. Jumlah peserta aktif maupun pensiun juga terus mengalami pertumbuhan yang konsisten setiap tahunnya.

Hingga akhir 2025, jumlah peserta ASABRI mencapai 1,55 juta orang, naik dari tahun sebelumnya yang berjumlah 1,47 juta orang. Pertumbuhan peserta ini tercatat sebesar 4,78 persen dengan komposisi 1,05 juta peserta aktif dan 500 ribu peserta pensiun.

Walaupun jumlah peserta meningkat, Jeffry mengakui bahwa pertumbuhan personel baru tersebut belum seagresif proyeksi awal. Perusahaan akan terus memantau dinamika penambahan peserta ini agar tetap sejalan dengan target jangka panjang perseroan.

Artikel terkait