Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pergerakan yang cukup fluktuatif sepanjang pekan kedua bulan Juli 2026. Meskipun sempat dibayangi sentimen negatif, indeks berhasil mencatatkan penguatan tipis di akhir pekan.
Berdasarkan data perdagangan periode 6 hingga 10 Juli, IHSG ditutup menguat 0,83% ke posisi 5.924,36. Pencapaian ini diraih di tengah derasnya aksi jual oleh investor asing yang masih terus berlanjut.
Dinamika Pasar dan Sentimen Global
IHSG sebenarnya sempat mencapai level tertingginya pada perdagangan Selasa (7/7). Namun, posisi tersebut tidak bertahan lama akibat tekanan sentimen dari lembaga indeks global.
Pasar sempat merespons negatif rilis tinjauan dari S&P Dow Jones Indices. Lembaga tersebut memberikan peringatan terkait potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia menjadi Frontier Market.
Akibatnya, indeks sempat tersungkur kembali ke level 5.800-an pada perdagangan Rabu (8/7). Beruntung, tren kenaikan perlahan kembali muncul seiring adanya empat emiten baru yang melakukan pencatatan saham perdana (IPO).
Performa Saham Perbankan dan Penekan Indeks
Sektor perbankan dengan kapitalisasi pasar besar atau big banks menjadi motor utama penguatan indeks pekan ini. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tampil sebagai penyokong utama.
Harga saham BBRI tercatat tumbuh 2,95%, sementara BBCA menguat 2,07%. Menariknya, BBCA menjadi saham yang paling banyak diburu oleh investor mancanegara di saat saham lain justru dilego.
Di sisi lain, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) justru menjadi pemberat langkah IHSG. Harga saham emiten energi terbarukan ini merosot hingga 6,76% dalam kurun waktu satu pekan.
Selain BREN, pelemahan juga dialami oleh emiten tambang PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) milik Grup Sinar Mas juga ikut memberikan kontribusi negatif bagi indeks.
Daftar saham yang paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG pekan ini:
| Kategori | Emiten | Perubahan Harga | Kontribusi Poin |
|---|---|---|---|
| Top Leader | BBRI | +2,95% | 11,71 poin |
| Top Leader | BBCA | +2,07% | 11,05 poin |
| Top Leader | DCII | +4,78% | 9,25 poin |
| Top Laggard | BREN | -6,76% | -8,90 poin |
| Top Laggard | BYAN | -3,45% | -6,53 poin |
| Top Laggard | MORA | -4,91% | -5,98 poin |
Tabel di atas merangkum pergerakan saham-saham utama yang memberikan dampak signifikan, baik sebagai pendorong (leader) maupun penahan (laggard) laju indeks di Bursa Efek Indonesia.
Meskipun berhasil ditutup di zona hijau pada pekan ini, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai fluktuasi harga. Hal ini mengingat kinerja IHSG pada semester I sebelumnya sempat mengalami koreksi yang cukup dalam.