Rupiah Menguat Hari Ini! IHSG Ikut Menghijau Bikin Investor Full Senyum Termonitor 2026

Rupiah Menguat Hari Ini! IHSG Ikut Menghijau Bikin Investor Full Senyum Termonitor 2026

Nilai tukar rupiah menunjukkan performa gemilang dengan memimpin penguatan di pasar negara berkembang (emerging market) Asia Pasifik pada penutupan pekan ini. Mata uang Garuda berhasil menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah kenaikan terbatas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada perdagangan Jumat (10/7), rupiah ditutup menguat 0,35% atau naik 63 poin ke level Rp18.065 per dolar AS. Sepanjang hari, mata uang nasional bergerak fluktuatif namun stabil di kisaran Rp18.056 hingga Rp18.099 per dolar AS.

Meskipun mencatat hasil positif di akhir pekan, rupiah secara akumulatif masih mengalami tekanan sejak awal tahun ini. Data menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah telah terdepresiasi sebesar 8,30% terhadap dolar AS sejak Januari.

IHSG Bergerak Positif di Zona Hijau

Sejalan dengan penguatan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatatkan pertumbuhan meski dalam rentang yang terbatas. Indeks menguat 0,20% atau bertambah 11,92 poin ke posisi 5.924,36 hingga akhir sesi perdagangan.

IHSG sempat menyentuh level terendah hariannya di angka 5.887,84 sebelum akhirnya kembali merangkak naik. Aktivitas pasar terpantau cukup ramai dengan nilai total transaksi yang mencapai Rp8,86 triliun di seluruh pasar.

Perincian nilai transaksi saham pada perdagangan hari ini mencakup beberapa kategori pasar sebagai berikut:

  • Pasar reguler mencatat total transaksi sebesar Rp7,55 triliun.
  • Pasar negosiasi membukukan nilai transaksi sebesar Rp1,31 triliun.

Angka-angka di atas mencerminkan likuiditas pasar yang masih terjaga meskipun kondisi ekonomi global tetap dinamis. Pergerakan harga saham juga didominasi oleh tren positif dari ratusan emiten.

Tercatat sebanyak 365 saham berhasil menguat, sementara 243 saham lainnya mengalami pelemahan harga. Sebanyak 182 saham tercatat bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan hari sebelumnya.

Dua raksasa perbankan tanah air, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), kembali menjadi primadona. BBCA membukukan transaksi Rp852 miliar dengan harga turun 0,40%, sementara BBRI mencatat transaksi Rp402 miliar dengan kenaikan harga 0,36%.

Analisis Teknikal dan Proyeksi Pekan Depan

Berdasarkan analisis teknikal dari Phintraco Sekuritas, posisi IHSG saat ini terpantau telah kembali berada di atas level MA5 dan MA10. Namun, penguatan ini dinilai masih rentan karena indeks masih tertahan di bawah level MA20.

Indikator Stochastic RSI memberikan sinyal death cross, meskipun histogram MACD terlihat masih bertahan di area positif. Kondisi ini menunjukkan bahwa tenaga untuk reli yang lebih kuat masih cukup terbatas.

Pihak Phintraco Sekuritas memprediksi bahwa IHSG kemungkinan besar masih akan bergerak mendatar atau sideways pada pekan depan. Indeks diperkirakan akan berfluktuasi dalam rentang level 5.800 hingga 6.000.

Kondisi Pasar Asia Pasifik

Tren positif tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga melanda mayoritas indeks saham di kawasan emerging market Asia Pasifik. KOSPI Korea Selatan menjadi yang terdepan dengan lonjakan 2,52%, diikuti oleh NIFTY India yang naik 1,03%.

Kondisi serupa terjadi di pasar valuta asing regional di mana mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS. Berikut adalah perbandingan penguatan mata uang utama di kawasan ini:

Mata Uang Persentase Penguatan
Rupiah Indonesia 0,35%
Yuan China 0,19%
Ringgit Malaysia 0,18%

Data tersebut menunjukkan bahwa rupiah menjadi mata uang dengan performa paling unggul dibandingkan mata uang tetangga lainnya. Sentimen positif di pasar regional turut memberikan dorongan bagi stabilitas nilai tukar domestik.

Artikel terkait