Bursa Korsel Kena Trading Halt Usai Anjlok 8 Persen Investor Wajib Simak Ternyata Ini Pemicunya

Bursa Korsel Kena Trading Halt Usai Anjlok 8 Persen Investor Wajib Simak Ternyata Ini Pemicunya

Pasar modal Korea Selatan diguncang aksi jual masif pada perdagangan Senin (13/7/2026). Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) dilaporkan anjlok lebih dari 8% di tengah jam perdagangan.

Kondisi ini memaksa operator bursa Korea Exchange (KRX) untuk mengaktifkan mekanisme penghentian perdagangan sementara atau circuit breaker. Langkah ini diambil guna meredam volatilitas pasar yang terlalu ekstrem.

Perdagangan seluruh saham di KOSPI dihentikan selama 20 menit mulai pukul 13.28 waktu setempat. Ini merupakan momen ketujuh kalinya KRX mengaktifkan status trading halt sepanjang tahun 2026.

Akibat kemerosotan tajam ini, indeks KOSPI kini terlempar ke bawah level psikologis 7.000. Posisi tersebut merupakan titik terendah indeks saham Korea Selatan dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Pemicu Utama Ketegangan Geopolitik

Sentimen negatif pasar dipicu oleh memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik terbaru ini berkaitan dengan status Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.

Investor merasa khawatir eskalasi militer di wilayah tersebut akan mengganggu stabilitas ekonomi global. Hal ini memicu kepanikan di lantai bursa dan mendorong investor melepas aset berisiko mereka.

Saham Teknologi Raksasa Bertumbangan

Sektor teknologi yang memiliki kapitalisasi pasar besar menjadi sektor yang paling terdampak. Saham Samsung Electronics, misalnya, merosot tajam hingga 9,39% ke level 258.250 won meski sempat menguat di pagi hari.

Nasib serupa dialami oleh produsen chip memori terkemuka, SK Hynix, yang sahamnya anjlok 13,44% ke posisi 1,887 juta won. Angka ini menandai pertama kalinya SK Hynix berada di bawah level 2 juta won dalam 11 bulan terakhir.

Berikut adalah rangkuman pergerakan saham dan nilai transaksi dua raksasa teknologi Korea Selatan tersebut:

Emiten Saham Persentase Penurunan Aksi Jual Bersih Asing Aksi Jual Bersih Institusi
Samsung Electronics -9,39% N/A N/A
SK Hynix -13,44% 973 Miliar Won 316,5 Miliar Won

Data tersebut menunjukkan besarnya tekanan jual dari pemodal asing dan institusi lokal. Kondisi ini terjadi meski SK Hynix baru saja mencatatkan sahamnya di bursa Nasdaq, Amerika Serikat, pada 10 Juli lalu.

Meski debut SK Hynix di Nasdaq sempat melonjak 13%, sentimen positif dari pasar global gagal menahan kejatuhan di pasar domestik. Produk investasi turunan seperti leverage saham ini bahkan merosot hingga 14,13%.

Proyeksi Kinerja dan Analisis Pasar

Selain faktor politik, kekhawatiran mengenai kinerja keuangan kuartal II-2026 juga membayangi pergerakan saham. Korea Investment & Securities memprediksi laba operasional SK Hynix mungkin tidak mencapai target awal.

Laba perusahaan diperkirakan hanya menyentuh 60,4 triliun won, atau sekitar 8% lebih rendah dari ekspektasi pasar. Analis Chae Min-sook menyebutkan bahwa besarnya porsi penjualan produk High Bandwidth Memory (HBM) memengaruhi rata-rata harga jual perusahaan.

Chae Min-sook menilai bahwa di masa depan, nilai perusahaan akan bergantung pada stabilitas profitabilitas jangka panjang. Hal ini lebih krusial dibandingkan sekadar mengejar kenaikan harga jual produk di setiap kuartal.

Para pelaku pasar kini terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz untuk menentukan langkah investasi selanjutnya. Kepastian mengenai pasokan energi global tetap menjadi kunci utama bagi pemulihan bursa Korea Selatan.

Artikel terkait