Resmi Caplok Saham Pengendali EXCL Senilai Rp 8,54 Triliun DSSA Kini Berkuasa di XL Axiata

Resmi Caplok Saham Pengendali EXCL Senilai Rp 8,54 Triliun DSSA Kini Berkuasa di XL Axiata

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) resmi memperkuat posisinya di sektor telekomunikasi melalui aksi korporasi besar. Emiten ini menambah investasi senilai triliunan rupiah pada salah satu pemegang saham utama PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Langkah ini dilakukan melalui anak usaha DSSA, yaitu PT DSST, dengan menyuntikkan modal tambahan ke PT Bali Media Telekomunikasi (BMT). Transaksi strategis ini telah terlaksana secara resmi pada 6 Juli 2026 lalu.

Detail Transaksi dan Nilai Investasi

Investasi jumbo ini melibatkan penerbitan serta pengambilan bagian atas 8.539.999.121 lembar saham baru di Bali Media Telekomunikasi. Nilai penyertaan modal yang dikucurkan oleh DSSA tercatat mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp8,54 triliun.

Sebagai informasi, BMT memegang peranan penting karena menguasai 24,57% saham EXCL hingga akhir Juni 2026. Data ini merujuk pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang telah dirilis ke publik.

Berikut adalah rincian mengenai kepemilikan saham BMT setelah penyuntikan modal dilakukan:

  • Jumlah Modal Disetor: Total modal ditempatkan BMT melonjak dari 11,19 miliar menjadi 19,73 miliar lembar saham.
  • Kepemilikan PT DSST: Anak usaha DSSA kini menggenggam 19.733.771.240 saham atau tetap menguasai porsi 99,99%.
  • Pemegang Saham Lain: PT Sinarmas Sukses Sejahtera masih mempertahankan kepemilikan minoritas sebanyak satu lembar saham.

Penambahan modal ini secara otomatis mengubah struktur internal permodalan BMT tanpa menggeser posisi mayoritas DSST. Transaksi tersebut telah dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari pemenuhan aspek keterbukaan informasi.

Visi Strategis dan Dampak Bisnis

Pihak manajemen mengungkapkan bahwa transaksi material ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan. DSSA optimis langkah ini akan memperluas jangkauan operasional sekaligus memperkuat fondasi bisnis mereka.

"Perseroan melakukan transaksi ini untuk mempercepat integrasi ekosistem digital serta memperkuat kapabilitas teknologi," tulis manajemen DSSA dalam keterangan resminya. Hal ini diharapkan mampu menopang pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.

Ringkasan perbandingan struktur modal BMT sebelum dan sesudah transaksi dapat dilihat di bawah ini:

Keterangan Sebelum Transaksi Sesudah Transaksi
Total Saham BMT 11.193.772.120 19.733.771.241
Saham Milik DSST 11.193.772.119 19.733.771.240
Persentase DSST 99,99% 99,99%

Tabel di atas menunjukkan lonjakan signifikan pada jumlah lembar saham yang diterbitkan oleh BMT. Meskipun jumlah saham bertambah drastis, persentase kendali DSST tetap berada di level dominan untuk mengarahkan kebijakan perusahaan.

DSSA meyakini bahwa penguatan modal pada BMT akan berdampak positif pada daya saing perusahaan di tengah industri yang kian kompetitif. Ekosistem digital yang terintegrasi diharapkan menjadi kunci utama dalam menangkap berbagai peluang pasar baru.

Dengan integrasi yang lebih erat bersama EXCL melalui BMT, DSSA memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam peta persaingan operator seluler nasional. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam mengembangkan unit bisnis teknologi dan informasinya.

Artikel terkait