Penyanyi Denada membagikan kisah perjuangan saat pertama kali mendapati kondisi kesehatan putrinya, Aisha Aurum. Sebelum divonis menderita leukemia, Denada awalnya mengira gejala yang dialami Aisha hanyalah sakit ringan yang biasa menimpa anak-anak.
Denada menceritakan bahwa Aisha sempat mengalami demam tinggi yang hilang timbul. Karena lazim terjadi pada anak kecil, ia sempat berasumsi bahwa itu hanyalah demam biasa yang tidak memerlukan kekhawatiran berlebih.
Gejala Awal yang Sempat Diabaikan
Kecurigaan Denada mulai muncul ketika ia menemukan sejumlah luka lebam atau tanda kebiruan pada tubuh putrinya. Menariknya, tanda biru tersebut muncul di beberapa titik tubuh sekaligus.
Awalnya, ia tidak langsung menaruh curiga dan menganggap lebam tersebut akibat kelelahan setelah beraktivitas. Apalagi saat itu Aisha tetap memiliki nafsu makan yang baik dan baru saja pulang berlibur bersama ayahnya.
Denada bahkan sempat menduga Aisha terkena demam berdarah dan melakukan pemeriksaan medis. Namun, hasil pemeriksaan awal menunjukkan negatif, hingga akhirnya ia memutuskan membawa Aisha ke dokter spesialis darah.
Beberapa tanda dan gejala awal yang muncul pada kondisi Aisha saat itu adalah sebagai berikut:
- Demam tinggi yang suhunya naik dan turun secara tidak stabil.
- Munculnya banyak tanda kebiruan atau lebam di berbagai bagian tubuh.
- Kondisi fisik yang terlihat seperti kelelahan meski nafsu makan tetap terjaga.
- Kadar trombosit dalam darah yang ternyata sangat rendah saat diperiksa ahli.
Penjelasan medis kemudian mengungkap bahwa lebam-lebam tersebut merupakan indikasi rendahnya kadar trombosit dalam darah. Hal inilah yang menjadi salah satu sinyal kuat adanya gangguan kesehatan serius pada sistem darah Aisha.
Pesan Penting bagi Para Orang Tua
Berdasarkan pengalaman pahit tersebut, Denada kini lebih waspada dan tidak ingin lagi menyepelekan gejala penyakit sekecil apa pun. Ia memberikan saran tulus kepada para ibu di luar sana agar lebih peka terhadap kondisi kesehatan anak.
Ia menekankan pentingnya untuk tidak beranggapan bahwa sakit pada anak hanyalah bagian dari proses pertumbuhan atau "mau tambah pintar". Kesadaran dini dari orang tua dianggap sangat krusial dalam menyelamatkan nyawa anak.
Denada membagikan dua langkah utama yang perlu dilakukan orang tua saat anak menunjukkan gejala sakit:
- Jangan pernah meremehkan gejala apa pun dan hindari membuat asumsi pribadi tanpa pemeriksaan medis.
- Segera temui dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosa yang akurat mengenai kondisi anak.
Dengan berkonsultasi langsung kepada ahlinya, orang tua bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh anak. Hal ini memungkinkan penanganan medis dilakukan jauh lebih cepat dan tepat sebelum kondisi memburuk.