Cegah Gen Alpha Asbun Lewat Materi MPLS Ke-Jogjaan Unik di SD Ini

Cegah Gen Alpha Asbun Lewat Materi MPLS Ke-Jogjaan Unik di SD Ini

Memasuki hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (13/7/2026), berbagai sekolah di Indonesia mulai menyambut siswa baru dengan beragam agenda menarik. Berdasarkan panduan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sekolah diberikan kebebasan untuk menyusun materi pilihan sesuai kebijakan internal mereka.

Salah satu sekolah yang menerapkan inovasi ini adalah SD Negeri Wirosaban di Kota Yogyakarta. Sekolah ini memilih untuk memberikan materi khusus mengenai nilai-nilai kearifan lokal atau ke-Jogjaan bagi peserta didik kelas 1.

Menanamkan Sopan Santun kepada Gen Alpha

Keputusan untuk mengangkat tema ke-Jogjaan ini bukan tanpa alasan kuat. Pihak sekolah ingin menanamkan nilai moral sejak dini, terutama karena perilaku anak-anak Generasi Alpha yang sering dinilai bicara asal bunyi (asbun).

Guru Pendamping Khusus SD Negeri Wirosaban, Rizqi Fatin Saffanah, menjelaskan bahwa materi ini difokuskan pada aspek sopan santun dan budaya menghargai sesama atau ngajeni. Ia mencontohkan pentingnya melatih siswa untuk bersalaman atau salim saat pertama kali bertemu orang lain.

Beberapa fokus utama dalam materi ke-Jogjaan tersebut meliputi:

  • Pembiasaan perilaku sopan santun dalam interaksi sehari-hari.
  • Penerapan konsep ngajeni atau cara menghormati dan menghargai orang yang lebih tua.
  • Etika saat menyapa orang lain, termasuk tradisi mencium tangan guru dan orang tua.
  • Pengenalan permainan tradisional untuk melestarikan budaya lokal.

Langkah ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa agar lebih santun dalam bertutur kata maupun bersikap di lingkungan sosial mereka. Melalui pendekatan budaya, sekolah berupaya mengarahkan energi aktif anak-anak ke arah yang positif.

Tantangan Transisi dari TK ke SD

Fatin mengungkapkan bahwa mendampingi siswa yang baru lulus dari Taman Kanak-Kanak (TK) memiliki tantangan tersendiri bagi para pengajar. Banyak siswa yang masih malu-malu, namun ada pula yang sangat aktif sehingga sulit untuk diminta duduk dengan tenang di dalam kelas.

Untuk mengatasi hal tersebut, para guru telah menyiapkan strategi belajar sambil bermain yang dinamis. Berbagai permainan interaktif seperti lempar bola digunakan agar anak-anak tetap bisa bergerak aktif namun tetap dalam arahan guru.

Berikut adalah rangkuman agenda MPLS yang dilaksanakan di SD Negeri Wirosaban:

Jenis Kegiatan Tujuan dan Sasaran
Materi Ke-Jogjaan Penanaman nilai sopan santun dan etika salim kepada siswa baru.
Permainan Tradisional Membangun kerja sama tim sekaligus melestarikan budaya daerah.
Aktivitas Interaktif Menyesuaikan energi aktif siswa dengan permainan motorik di kelas.
Kegiatan Outing Diagendakan pada hari Kamis untuk mengenalkan lingkungan luar sekolah.

Jadwal kegiatan tersebut dirancang agar transisi siswa dari jenjang TK ke SD berlangsung menyenangkan. Dengan demikian, anak-anak tidak merasa tertekan dengan lingkungan belajar yang baru.

Antusiasme Tinggi Peserta Didik Baru

Persiapan MPLS di SD Negeri Wirosaban sendiri sudah dilakukan secara matang sejak satu pekan sebelumnya. Meski kegiatan secara resmi baru dimulai pukul 07.00 WIB, suasana sekolah sudah ramai sejak pagi hari.

Bahkan, terdapat siswa yang sudah tiba di lokasi sejak pukul 06.00 WIB karena rasa antusias yang luar biasa. Semangat para murid ini menjadi sinyal positif bagi sekolah untuk memberikan pendidikan karakter dan akademis yang terbaik bagi Generasi Alpha.

Artikel terkait