PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP), perusahaan asuransi yang tergabung dalam Grup Salim, berencana menggelar aksi korporasi besar. Melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) V atau rights issue, perusahaan menargetkan perolehan dana segar hingga Rp175 miliar.
Dalam rencana ini, emiten asuransi tersebut akan melepas sebanyak-banyaknya 3,5 miliar lembar saham baru. Adapun harga pelaksanaan yang ditetapkan untuk setiap saham baru tersebut adalah sebesar Rp50 per lembar.
Ketentuan dan Rasio Rights Issue AHAP
Setiap pemegang saham yang memiliki tujuh lembar saham lama AHAP hingga tanggal 24 September 2026 berhak mendapatkan lima HMETD. Nantinya, setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemiliknya untuk menebus satu saham baru pada harga pelaksanaan yang sudah ditentukan.
PT Asuransi Central Asia (ACA) selaku pemegang saham pengendali telah menyatakan komitmennya dalam aksi ini. ACA memastikan akan mengambil seluruh haknya yang mencapai 2,19 miliar lembar saham baru perseroan.
Proses setoran modal dari ACA akan dilakukan melalui dua skema berbeda. Pertama, senilai Rp30 miliar akan dipenuhi lewat konversi pinjaman subordinasi, sementara sisanya sekitar Rp79,51 miliar akan dibayarkan secara tunai.
Manajemen AHAP menegaskan bahwa tidak ada pembeli siaga (standby buyer) dalam pelaksanaan rights issue kali ini. Jika masih ada sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lama, maka saham tersebut akan ditawarkan secara proporsional kepada investor lainnya.
Apabila setelah proses alokasi proporsional masih terdapat sisa saham, pihak manajemen memutuskan untuk tidak mengeluarkan saham tersebut dari portepel. Keputusan ini diambil untuk menjaga struktur modal perusahaan tetap optimal sesuai dengan kebutuhan pendanaan.
Jadwal Pelaksanaan Rights Issue
Berikut adalah rincian jadwal penting pelaksanaan rights issue AHAP yang perlu diperhatikan oleh para investor:
- 24 September 2026: Tanggal pencatatan (recording date) pemegang saham yang berhak mendapatkan HMETD.
- 28 September 2026: Tanggal pencatatan saham baru hasil rights issue di Bursa Efek Indonesia (BEI).
- 28 September – 2 Oktober 2026: Periode perdagangan HMETD di pasar modal.
Jadwal di atas menjadi acuan bagi para investor yang ingin mempertahankan persentase kepemilikannya atau menambah porsi saham di AHAP. Perlu dicatat bahwa keterlibatan Anthony Salim sebagai penerima manfaat akhir memperkuat posisi strategis perusahaan di industri asuransi.
Berdasarkan data profil perusahaan, Anthony Salim merupakan sosok pengendali di balik ACA sekaligus menjadi pemilik akhir dari AHAP. Langkah penguatan modal ini diharapkan mampu meningkatkan performa bisnis dan daya saing perusahaan di masa mendatang.
Ringkasan detail aksi korporasi AHAP dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
| Komponen Utama | Detail Informasi |
|---|---|
| Jumlah Saham Baru | Maksimal 3,5 Miliar Lembar |
| Harga Pelaksanaan | Rp50 per saham |
| Target Dana | Rp175 Miliar |
| Rasio Saham | 7 Saham Lama : 5 HMETD |
| Pengendali Akhir | Anthony Salim |
Tabel tersebut merangkum poin-poin krusial yang menjadi dasar pelaksanaan penambahan modal bagi emiten Grup Salim ini. Dengan dukungan penuh dari pemegang saham utama, AHAP optimistis dapat mencapai target penggalangan dana yang telah dicanangkan.