Anak Usaha AMMN Guyur Dana Rp44 Miliar Demi Eksplorasi Tambang Terbaru 2026 Simak Detailnya

Anak Usaha AMMN Guyur Dana Rp44 Miliar Demi Eksplorasi Tambang Terbaru 2026 Simak Detailnya

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terus memperkuat basis cadangan mineralnya melalui serangkaian kegiatan eksplorasi intensif. Melalui anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), perseroan telah mengucurkan dana sebesar US$2,84 juta sepanjang kuartal kedua tahun 2026.

Langkah strategis ini difokuskan pada tiga wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang berlokasi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Wilayah-wilayah tersebut mencakup Blok I Batu Hijau, Blok II Elang, dan Blok III Rinti, sementara aktivitas di Blok IV Lampui masih nihil.

Fokus Utama Eksplorasi di Blok II Elang

Blok II Elang menjadi prioritas utama dalam agenda eksplorasi perusahaan dengan alokasi anggaran terbesar mencapai US$2,78 juta. Dana tersebut digunakan untuk berbagai program teknis, mulai dari pengeboran sumber daya hingga pemetaan geologi secara menyeluruh.

Rincian kegiatan operasional di wilayah Blok II Elang selama periode tersebut mencakup beberapa poin berikut:

  • Melakukan pengeboran sumber daya (infill drilling) untuk memvalidasi cadangan mineral.
  • Melaksanakan pengeboran eksplorasi di wilayah prospek Gerbang Timur dan Sebu Timur.
  • Menyelesaikan dan melanjutkan pengeboran sembilan lubang bor dengan total kedalaman mencapai 4.906 meter.
  • Mengirimkan sebanyak 1.897 sampel inti bor ke laboratorium untuk pengujian kadar mineral.
  • Melakukan pemetaan geologi seluas 100 hektare guna mengidentifikasi titik pengeboran potensial di masa depan.

Untuk tahap selanjutnya, pihak manajemen berencana mengoperasikan tiga unit rig pengeboran secara aktif. Fokus pengerjaan akan tetap dipusatkan pada kawasan Elang dan Gerbang Timur untuk memaksimalkan temuan data geologi.

Aktivitas di Blok Batu Hijau dan Rinti

Pada wilayah Blok I Batu Hijau, perusahaan mengalokasikan dana sekitar US$44,4 ribu untuk mengeksplorasi prospek Katala. Area ini terletak di sisi timur Pit Batu Hijau yang sudah lama beroperasi dan memiliki potensi mineralisasi yang menjanjikan.

Kegiatan di Katala bertujuan untuk memetakan kesinambungan mineralisasi tembaga dan emas jenis porfiri yang telah ditemukan sebelumnya. Hingga akhir Juni 2026, pengeboran satu lubang sedalam 275,7 meter masih terus berlangsung secara bertahap.

Rencana pengembangan di Blok I dan Blok III telah disusun sebagai berikut:

  • Menambah tiga lubang bor baru di prospek Katala dengan target kedalaman total 2.400 meter.
  • Memulai aktivitas pengeboran perdana di wilayah prospek West Nangka.
  • Melakukan evaluasi hasil eksplorasi di Blok III Rinti setelah menyelesaikan pengeboran satu lubang sedalam 25 meter.
  • Menganalisis 94 sampel inti bor dan sampel batuan dari hasil pemetaan geologi di Blok III Rinti.

Data hasil eksplorasi tersebut nantinya akan menjadi landasan utama bagi perusahaan dalam menyusun program kerja berikutnya. Evaluasi mendalam diperlukan untuk memastikan setiap langkah operasional memberikan hasil yang efisien dan bernilai tinggi.

Status Eksplorasi Blok IV Lampui

Berbeda dengan blok lainnya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara belum melaksanakan aktivitas eksplorasi fisik di Blok IV Lampui. Alhasil, tidak ada pengeluaran biaya yang dilaporkan untuk wilayah tersebut selama triwulan kedua tahun ini.

Perseroan saat ini hanya melakukan peninjauan terhadap data-data dari hasil eksplorasi periode sebelumnya. Evaluasi ini dilakukan guna melihat potensi pengembangan wilayah prospek tersebut di masa yang akan datang.

Berikut adalah ringkasan alokasi dana eksplorasi AMMN pada periode triwulan II 2026:

Wilayah Operasional Alokasi Dana (Perkiraan) Status Aktivitas
Blok II Elang US$ 2.780.000 Sangat Aktif
Blok I Batu Hijau US$ 44.400 Aktif
Blok III Rinti US$ 10.100 Aktif/Evaluasi
Blok IV Lampui Nihil Peninjauan Data

Tabel di atas menunjukkan komitmen besar perusahaan dalam mengembangkan Blok II Elang sebagai aset strategis masa depan. Secara keseluruhan, total investasi eksplorasi ini mencerminkan optimisme perseroan terhadap potensi sumber daya mineral di Sumbawa.

Artikel terkait