PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) secara resmi menanggapi isu miring yang beredar di media sosial mengenai dugaan pencucian uang. Tudingan ini muncul di tengah proses penawaran umum perdana saham atau IPO perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menyatakan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan nilai perusahaan saat ini merupakan hasil dari kinerja bisnis yang nyata.
Transparansi Valuasi dan Investasi Strategis
Cyril mengungkapkan bahwa peningkatan valuasi perusahaan didorong oleh investasi besar dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Pada tahun 2021, grup media tersebut telah mengucurkan dana segar sebesar Rp248 miliar kepada RANS.
Saat EMTK masuk sebagai investor, nilai valuasi RANS tercatat sudah menyentuh angka Rp1,3 triliun. Oleh sebab itu, kenaikan valuasi hingga Rp2 triliun saat ini dianggap sebagai perkembangan bisnis yang wajar dan logis.
Berikut adalah rincian valuasi dan data keuangan RANS saat melantai di bursa:
- Harga Penawaran: RANS mematok harga saham perdana sebesar Rp170 per lembar.
- Rasio Harga terhadap Laba (PER): Angka PER RANS tercatat berada di level 28,33x.
- Rasio Harga terhadap Nilai Buku (PBV): Perusahaan memiliki nilai PBV sebesar 5,03x.
- Perbandingan Industri: Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata sektor sejenis dengan PER 1,64x dan PBV 2,86x.
Data keuangan ini menunjukkan posisi RANS yang cukup premium dibandingkan dengan emiten lain di industri yang sama. Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa seluruh angka tersebut mencerminkan ekspektasi pertumbuhan di masa depan.
Kepatuhan terhadap Regulasi Pasar Modal
Cyril menegaskan bahwa momentum IPO ini justru menjadi sarana bagi perusahaan untuk membuktikan transparansi mereka kepada publik. Seluruh tahapan dipastikan telah melewati pengawasan ketat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.
RANS juga telah mematuhi aturan keterbukaan informasi, terutama bagi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen. Hal ini dilakukan demi menjamin integritas perusahaan di mata para investor pasar modal.
Rincian pelepasan saham dalam aksi korporasi IPO RANS:
| Komponen Saham | Detail Informasi |
|---|---|
| Jumlah Saham yang Dilepas | 2,52 Miliar Lembar Saham Baru |
| Persentase Kepemilikan Publik | 20,02% dari Modal Disetor |
| Ketentuan Free Float | Memenuhi Syarat Minimum 15% |
Tabel di atas menunjukkan bahwa RANS telah memenuhi standar yang ditetapkan untuk menjadi perusahaan terbuka. Komitmen terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik menjadi prioritas utama manajemen selama proses ini berlangsung.
Kehadiran Investor Besar Perkuat Kredibilitas
Dalam kesempatan yang sama, pendiri RANS, Raffi Ahmad, mengonfirmasi bergabungnya pengusaha besar Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Haji Isam tercatat memiliki porsi kepemilikan saham di atas 1 persen di perusahaan tersebut.
Raffi menilai kehadiran tokoh bisnis berpengalaman seperti Haji Isam memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kredibilitas RANS. Ia menganggap hal ini sebagai bentuk kepercayaan dari para pelaku usaha senior terhadap potensi RANS.
Bergabungnya para investor kawakan ini dipandang sebagai sinyal positif bagi pasar mengenai keseriusan RANS dalam mengelola bisnis. Raffi menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak dalam membesarkan perseroan.
Ia menegaskan bahwa transparansi adalah kunci utama RANS dalam bertransformasi menjadi perusahaan publik. Dengan masuknya investor strategis, RANS semakin optimis dalam menatap persaingan di industri hiburan dan media.